Saturday, September 13, 2008

BLOGGER MALAYSIA Dipenjara Berdasarkan UU Keamanan Negara

Pemerintah Malaysia menjebloskan seorang pengelola blog (blogger) ke penjara berdasarkan UU Keamanan Negara (Internal Security Act atau ISA).

Raja Petra Kamaruddin, pengelola Blog Malaysiatoday.com, menurut ISA Malaysia telah menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW.

Media massa Malaysia, Jumat, melaporkan Raja Petra "diciduk" 10 polisi di rumahnya pukul 13.10 waktu setempat di Sungai Buloh, Selangor.Dia dibawa ke suatu tempat yang tidak diketahui.

Menurut istrinya, Marina Lee Abdullah, penahanan dengan dasar ISA kepada Raja Petra adalah yang kedua kalinya.Raja Petra sebelumnya ditahan pada tahun 2001 ketika menjadi "webmaster" pada blog www.freeAnwar.com karena tulisan-tulisannya yang membela Anwar Ibrahim.

Menteri Dalam Negeri Malaysia Syed Hamid Albar membenarkan penahanan "raja blogger" Malaysia itu dengan dalih tulisan di blognya dapat mengganggu dan mengancam keselamatan dan ketentraman masyarakat.

Artikel yang dinilai menganggu ketentraman masyarakat awam dan menghina agama Islam adalah berjudul "I Promise to be a good, non-hypocritical Muslim" dan "Not all Arabs are descendants of the Prophet".

Tulisan itu telah menimbulkan protes dan kemarahan dari Jabatan Kemajuan Islam Malaysia, Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia, Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan dan Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan.

Mereka membuat aduan kepada polisi mengenai Raja Petra terkait artikel yang disiarkan melalui blog tersebut.

Blog Raja Petra sempat dibredel oleh pemerintah Malaysia melalui perusahaan telekomunikasinya. Masyarakat tidak bisa mengakses blog Malaysiatoday.com namun mulai pekan lalu blog itu bisa kembali diakses.

Menurut Syed Hamid, polisi punya wewenang menahan Raja Petra selama 60 hari berdasarkan pasal 731 UU tersebut.

Selisih beberapa jam, pemerintah Malaysia juga mengunakan ISA untuk menangkap seorang wartawan harian Sin Chew Daily bernama Tan Hoon Cheng sekitar pukul 20.30 waktu setempat.

Polisi menciduk wartawan tersebut di rumahnya di Bukit Mertajam, Pinang dan membawanya ke suatu tempat rahasia.

Tan Hoong adalah wartawan yang menulis berita mengenai pernyataan ketua UMNO Bukit Bendera Pulau Pinang, Ahmad Ismail, yang dinilai masyarakat etnis Cina menghina dan berbau rasial.

Ahmad menolak pernyataannya dinilai menghina etnis Cina dan rasialis. Ia menilai wartawan Sin Chew Daily telah salah memahami dan salah tulis. Hingga saat ini, ia menolak minta maaf walaupun menerima tekanan dari masyarakat dan partai politik Cina serta pimpinan UMNO.

UMNO akhirnya menjatuhkan hukuman kepada Ahmad dengan mencopot jabatannya dan memberhentikan keanggotaan UMNO selama tiga tahun.

Diam-diam, pemerintah Malaysia juga mengejar wartawan Sin Chew Daily itu
Sumber : ANTARA News - 13/09/08 00:02

Readmore.....“BLOGGER MALAYSIA Dipenjara Berdasarkan UU Keamanan Negara”

Friday, September 12, 2008

KOTAMADYA SABANG



Kota Sabang letaknya berada di Pulau Weh merupakan bagian dari Daerah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Pulau Weh dikenal dengan slogan: Point Of Zero Kilometer Republic Indonesia (Titik Nol Kilometer Indonesia), ditandai dengan didirikan monumen untuk menandai dimulainya perhitungan jarak dan luas teritorial Negara Republik Indonesia.



Profil Pulau Weh (Kota Sabang) secara umum terletak diantara 05` 46` 28` dan 05` 54` 28` lintang utara dan 95` 13` 02` s/d 95` 22` 28` bujur Timur di ujung paling Barat Wilayah Republik Indonesia. Pulau Weh berada pada ketinggian rata-rata 28 meter di atas permukaan laut, berbatas dengan:

Sebelah Utara : Kota Madya B. Aceh dan aceh Besar

Barat : Kecamatan Pulau Aceh

Selatan : Samudera Indonesia

Timur : Selat Malaka



Pulau Weh memiliki beberapa pulau di sekitarnya diantaranya; Pulau Rubiah, Klah, Seulako dan Pulau Rondo. Penduduk Sabang jumlahnya 28,703 jiwa, terdiri atas berbagai etnik suku, agama dan bangsa, termasuk Cina dan India.

Untuk mencapai ke Kota Sabang satu-satunya cara bagi wisatawan adalah dengan menyeberangi lautan dari pelabuhan Krueng Raya atau pelabuhan Ulee le di Banda Aceh dengan menggunakan kapal ferry yang akan menyeberang ke pelabuhan Balohan Sabang, jarak tempuhnya kurang lebih 2 jam. Dari pelabuhan Balohan pilih minibus atau taxi untuk menuju kota Sabang atau ketempat wisata yang dituju. Jarak tempuh dengan menggunakan busmini dari kota Sabang menuju ke kawasan wisata Iboih ( Pulau Rubiah) kurang lebih 45 menit.

Kota Sabang dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan sarana umum yang memadai (hotel, restoran, rumah sakit, apotek, sarana komunikasi-warpostel, sarana transportasi, Kantor Polisi, Pompa Bensin, Mesjid, Gereja, Bank, Money Changer, Toserba).

Kota Sabang sebagai ODTW Bahari memiliki tempat-tempat wisata bawah laut dengan beragam jenis binatang dan tumbuhan laut yang ada di dalamnya, antara lain: Pantai Iboih di lokasi Pulau Rubiah (dikenal juga dengan taman lautnya), Batee Dua Gapang, Batee Meuroron, Arus Balee, Seulako�s Drift, Batee Tokong, Shark Plateau, Pantee Ideu, Batee Gla, Pantee Aneuk Seuke, Pantee Peunateung, Lhong Angen, Pantee Gua, Limbo Gapang, Batee Meuduro dll.

MENUJU SABANG

Sabang memang jauh, tetapi begitu mudah untuk mencapainya. Satu-satunya cara untuk menuju ke Pulau weh adalah lewat Banda Aceh, ibukota provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, mempunyai penerbangan langsung dari Penang dan Kuala Lumpur di Malaysia dan dari Medan, juga beberapa kota besar di Indonesia.

Melalui jalan darat, banyak bus modern non stop dari kota Medan, akan melalui banyak tempat, seperti lewat jalur barat dan pantai utara atau dataran tinggi Aceh dan Taman Gunung Leuser.

Dari Banda Aceh pilih minibus/labi-labi yang menuju Pelabuhan Krueng Raya di mana ada ferry yang akan menyeberang ke pelabuhan Balohan di Pulau Weh dua kali sehari. Atau menggunakan kapal cepat Km Pulo Rondo/ Km Baruna Duta dari pelabuhan ulee lheu ke pelabuhan Balohan Dari Balohan pilih minibus atau taxi untuk menuju kota Sabang, kemudian naik mini bus ke wisata yang terkenal di sana.

AKOMODASI

Iboih memiliki lebih dari 50 bungalow dan 6 restoran yang dapat dipilih. Kebanyakan bungalow yang ada adalah yang sederhana tetapi nyaman. Ada yang mempunyai kamar mandi ada juga yang tidak. Para pengunjung tidak akan mengalami kesulitan dalam mencari makanan, baik makanan lokal maupun eropa, semua bisa didapat dari restoran maupun warung nasi.



Gapang memiliki lebih dari 30 bungalow dan 4 restoran. Beberapa ada yang begitu mewah dan mahal, tetapi ada juga yang sederhana tetapi nyaman. Ada yang memiliki kamar mandi, AC dan TV, tapi ada juga yang tidak memiliki kamar mandi sama sekali. Banyak pilihan makanan yang dapat dipilih dari restoran dan kedai nasi yang ada.



Pantai Lhueng Angen mempunyai 10 bungalow dan 1 restoran, sederhana tetapi nyaman. Makanan eropa bisa didapat dari restoran yang dekat dengan bungalow.

SEJARAH SABANG

Sekitar tahun 301 sebelum Masehi, seorang Ahli bumi Yunani, Ptolomacus berlayar ke arah timur dan berlabuh di sebuah pulau tak terkenal di mulut selat Malaka, pulah Weh! Kemudian dia menyebut dan memperkenalkan pulau tersebut sebagai Pulau Emas di peta para pelaut.

Pada abad ke 12, Sinbad mengadakan pelayaran dari Sohar, Oman, jauh mengarungi melalui rute Maldives, Pulau Kalkit (India), Sri Langka, Andaman, Nias, Weh, Penang, dan Canton (China). Sinbad berlabuh di pulau Weh dan menamainya Pulau Emas.

Pedagang Arab yang berlayar sampai ke pulau Web menamakannya Shabag yang berarti Gunung meletus. Mungkin dari sinilah kata Sabang berasal, dari Shabag. Dari sumber lain dikatakan bahwa nama pulau Weh berasal dari bahasa Aceh yang berarti terpisah. Pulau ini pernah dipakai oleh Sultan Aceh untuk mengasingkan orang-orang buangan.

Yang paling penting bagi sejarah Weh adalah sejak adanya pelabuhan di Sabang. Sekitar tahun 1900, Sabang adalah sebuah desa nelayan dengan pelabuhan dan iklim yang baik. Kemudian belanda membangun depot batubara di sana, pelabuhan diperdalam, mendayagunakan dataran, sehingga tempat yang bisa menampung 25.000 ton batubara telah terbangun. Kapal Uap, kapal laut yang digerakkan oleh batubara, dari banyak negara, singgah untuk mengambil batubara, air segar dan fasilitas-fasilitas yang ada lainnya. Sebelum Perang Dunia II, pelabuhan Sabang sangat penting dibanding Singapura. Di saat Kapal laut bertenaga diesel digunakan, maka Singapura menjadi lebih dibutuhkan, dan Sabang pun mulai dilupakan.

Pada tahun 1970, pemerintahan Republik Indonesia merencanakan untuk mengembangkan Sabang di berbagai aspek, termasuk perikanan, industri, perdagangan dan lainnya. Pelabuhan Sabang sendiri akhirnya menjadi pelabuhan bebas dan menjadi salah satu pelabuhan terpenting di Indonesia. Tetapi akhirnya ditutup pada tahun 1986.

Sumber : nad.go.id

Readmore.....“KOTAMADYA SABANG”

TURKI : BUKA PUASA di Kiri, Minum Bir di Kanan

Inilah cerita tentang kota Istanbul, Turki, di bulan Ramadhan. Di sepanjang jalan kawasan Kodikoy Carsi, banyak sekali restoran dan cafe bernuansa perpaduan Eropa dan Asia.

Orang berlalu-lalang dengan macam ragam penampilan. Ada wanita cantik berpakaian seronok berjalan glendotan dengan lelaki berkaos oblong dan bercelana jeans belel. Ada yang anggun berjilbab beriringan dengan pria berjanggut berbaju gamis. Turis-turis asing juga hilir mudik di sana.

Menjelang adzan maghrib, inilah yang hanya terjadi di Turki: Muslim yang berbuka puasa harus berbaur dengan kelompok sekuler di restoran kawasan Kodikoy Carsi.

Restoran yang menyediakan iftar (hidangan buka puasa) juga menyajikan bir, anggur dan minuman keras lainnya. Yang buka puasa di meja kiri, yang minum bir di meja kanan.

"Inilah keunikan negeri kami," kata Erhan Takepe, warga Turki yang menjadi staf lokal KBRI Ankara.

Ini menarik karena di Turki, seperti dikemukakan wartawan Turkish Daily News Mustafa Akyol, iftar dan minuman keras mewakili dua hal yang berbeda 180 derajat, bahkan mendorong terjadinya konflik budaya.

Muslim Turki yang taat menganggap alkohol haram, bukan hanya meminumnya, tapi sekedar menggunakan minyak wangi beralkohol juga dijauhi.

Tapi, warga Turki lain yang sekuler, menganggap minum minuman keras, termasuk di bulan Ramadhan, adalah hal yang lumrah saja. Hanya sedikit yang berhenti minum-minum untuk menghormati warga yang puasa.

Dari 70 juta jiwa penduduk Turki, mayoritas beragama Islam, meskipun sebagian hanya "Islam KTP". Menurut Mustafa Akyol, sebanyak 60 persen dari total populasi Muslim Turki menjalankan puasa. Artinya, 40 persen lainnya bebas makan minum di bulan Ramadhan.

Yang berpuasa dan tidak berpuasa bisa jalan beriringan. Inilah hebatnya atau anehnya Turki. Kalau di Indonesia, orang makan minum di jalan waktu Ramadhan pasti sudah ditonjok, paling tidak ditegur.

"Di Turki, yang berpuasa dan yang tidak puasa, saling tidak peduli," kata Erhan yang sudah hampir 15 tahun bekerja di KBRI.


Tak ada pembatas

Necmi Oscan, pelayan restoran Kofte & Balikevi, mengatakan pihaknya selain menyajikan iftar bagi yang puasa, juga menjual minuman keras dari mulai bir, anggur, sampai vodka. Pengunjung restoran bisa duduk dimana saja mereka suka. Tidak ada pembatasan ruangan untuk yang Muslim dan yang sekuler.

"Di Turki tidak ada masalah. Yang puasa silahkan berbuka, sementara temannya menenggak bir. Mereka duduk di meja yang sama. Tidak peduli, semua senang. Ini Turki kawan, bukan Indonesia," kata Oscan.

Turki sampai saat ini masih sangat kuat memegang sekularisme. Terhitung, sejak ambruknya Khilafah Islamiyah Turki tahun 1924, negeri itu menjadi simbol sekulerisme dipelopori pendiri Turki sekuler, Mushtafa Kamal Ataturk.

Di negeri itu, masalah agama dipisahkan dari masalah kenegaraan dan kemasyarakatan. Agama menjadi wilayah pribadi sehingga tidak penting bagi negara dan pemerintah mengurusi pelaksanaan ibadah puasa atau haji.

Oleh karena itu di Istanbul, misalnya, tidak pernah ada aturan dari kantor walikota untuk menutup tempat hiburan atau melarang penjualan minuman keras selama Ramadhan.

Tidak pula ada kelompok massa yang merusak bar, pub, karaoke, panti pijat, atau diskotik.

Akan tetapi tidak ada pula yang meramaikan bulan suci secara berlebihan dengan spanduk-spanduk "Marhaban Ya Ramadhan", televisi-televisi yang hingar bingar dengan acara bernuansa Ramadhan atau orang-orang di kampung yang membangunkan sahur dengan menabuh beduk, kentongan atau tiang listrik.

Itulah suasana bulan ramadhan di Istanbul, Turki. Apa yang terjadi di kawasan Kadikoy Carsi mungkin bisa menunjukkan prototipe Turki sekarang ini. Seperti dikemukakan Adnan Oktar, cendikiawan Muslim yang di dunia lebih dikenal dengan nama pena Harun Yahya, Turki kini berada di persimpangan jalan.

Apakah negeri itu akan kembali meraih kejayaan Ottoman Empire di masa lalu atau melesat menjadi bangsa Barat yang bebas di masa depan.

"Islam kembali bangkit di Turki, dan negeri ini siap mendorong renaissance Muslim di Eropa," katanya.


Sangat khawatir

Bagi kaum sekularis, mereka makin banyak melihat wanita-wanita berjilbab di tempat umum. Mereka menjadi sangat khawatir Turki akan menjadi Iran atau Arab Saudi.

Sebaliknya, kaum Muslim konservatif, terus-menerus mengeluh adanya erosi moral dan nilai-nilai keluarga serta berkembangnya budaya hedonisme di masyarakat Turki.

Mustafa Akyol melihat Turki sekarang berada di tengah-tengah. Negeri itu belum seperti Teheran, bukan pula seperti Amsterdam. Turki kini menjadi, meminjam istilah kolumnis Haluk Sahim, sebuah "strangeland". Negeri yang unik dan aneh, negeri yang bukan ini dan bukan itu.

Yang jelas, Turki masa kini adalah sebuah negeri yang memiliki masyarakat heterogen dan penuh warna, yang mengalami kehidupan bersama (Islam, Nasrani, Yahudi) secara damai selama 500 tahun.

Kodikoy Carsi merupakan miniatur Turki dimana terdapat kehidupan damai antarwarga yang berbeda serta berlainan agama. Hanya di Kodikoy Carsi, santri dan abangan bisa berdampingan. Hanya di Kodikoy Carsi yang beriman dan pendosa, fundamentalis dan sekularis, bisa bersenda gurau.

Karena hanya di Kodikoy Carsi di masa Ramadhan ini, orang bisa buka puasa dengan khidmat tanpa terganggu dengan pendosa yang menenggak minuman keras. Iftar di kiri, bir di kanan, tidaklah menjadi masalah. Ini Turki, bung!

sumber : ANTARA NewS-11/09/08 18:33(Akhmad Kusaeni)

Readmore.....“TURKI : BUKA PUASA di Kiri, Minum Bir di Kanan”

Thursday, September 11, 2008

GEDUNG REKTOR UNSYIAH Terbakar



Liputan6.com,
11/09/2008 10:03 Banda Aceh: Pusat kegiatan adiministrasi atau Biro Rektor Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, dini hari tadi ludes terbakar. Meski tak ada korban jiwa, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 10 miliar.

Kebakaran menghanguskan sejumlah dokumen dan peralatan kantor yang berada di lantai dua dan tiga. Sebanyak enam mobil pemadam kebakaran kesulitan memadamkan api yang tak terjangkau tembakan air. Petugas pemadaman terpaksa menyemprot dari bawah. Amukan si jago merah baru dikuasai dua jam kemudian.

Namun lebih dari separuh gedung tersebut telah musnah. Termasuk ruang rektor dan sejumlah ruang pembantu rektor. Sementara itu, beberapa saksi mata mengatakan sumber api berasal dari lantai tiga yang dengan cepat menjalar ke lantai dua serta nyaris menghanguskan lantas dasar.

Sedangkan puluhan petugas pemadam kebakaran kewalahan memadamkan api karena kondisi mobil pemadam yang sudah tua. Itu menyebabkan petugas tak bisa bekerja secara maksimal. Polisi juga nampak dikerahkan ke lokasi kejadian guna mengamankan aset yang selamat.

Hingga saat ini polisi masih menghimpun keterangan dari petugas keamanan dan piket jaga pada malam kejadian. Sementara Rektor Darni Dawood mengaku sedih dengan musibah ini. Sebab, sejumlah dokumen penting musnah dan membutuhkan waktu lama untuk membenahinnya. Sedangkan ribuan mahasiswa mengaku pasrah atas musibah tersebut.(IKA/Tim Liputan SCTV)

Readmore.....“GEDUNG REKTOR UNSYIAH Terbakar”

SEJARAH berdirinya kota Banda Aceh



Islam masuk ke Indonesia pada akhir abad pertama hijriah dipantai-pantai Tanah Aceh sepanjang Selat Malaka yang dibawa oleh para pedagang Arab dan Persia dalam perjalanan niaga menuju ke Timur Jauh dan singgah di Tanah Aceh untuk berniaga serta memperbaiki kapal mereka.

Pada akhir abad kedua hijriah, barulah Islam secara terang-terangan di syiarkan oleh Para Pendakwah yang bertolak dari Teluk Persia menyinggahi Teluk Kambey (India sekarang) dan mendarat di Bandar Perlak dalam tahun 173 hijriah.

Pada tahun 225 H tepatnya pada hari Selasa tanggal 1 Muharram 225 H diproklamirkan Kerajaan Islam Perlak sebagai Kerajaan Islam Pertama di Asia Tenggara dengan raja pertamanya Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah.

Setelah Kerajaan Islam Peureulak, barulah berdiri Kerajaan Islam Samudera Pase, Kerajaan Aceh Darussalam dan Kerajaan-kerajaan Islam lainnya di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara.

Berdasarkan naskah tua dan catatan-catatan sejarah,Kerajaan Aceh Darussala dibangun diatas puing-puing kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha seperti Kerajaan Indra Purba, Kerajaan Indra Purwa, Kerajaan Indra Patra dan Kerajaan Indra Pura.Dari penemuan batu-batu nisan di Kampung Pande salah satu dari batu nisan tersebut terdapat batu nisan Sultan Firman Syah cucu dari Sultan Johan Syah, maka terungkaplah keterangan bahwa Banda Aceh adalah ibukota Kerajaan Aceh Darussalam yang dibangun pada hari Jum'at, tanggal 1 Ramadhan 601 H ( 22 April 1205 M) yang dibangun oleh Sultan Johan Syah setelah berhasil menaklukkan Kerajaan Hindu/Budha Indra Purba dengan ibukotanya Bandar Lamuri. Tentang Kota Lamuri ada yang mengatakan ia adalah "Lam Urik" sekarang terletak di Aceh Besar. Menurut Dr. N.A. Baloch dan Dr. Lance Castle yang dimaksud dengan Lamuri adalah "Lamreh" di Pelabuhan Malahayati (Krueng Raya sekarang). Sedangkan Istananya dibangun di tepi Kuala Naga (kemudian menjadi Krueng Aceh) di Kampung Pande sekarang ini dengan nama "Kandang Aceh".

Dan pada masa pemerintahan cucunya Sultan Alaidin Mahmud Syah, dibangun istana baru di seberang Kuala Naga (Krueng Aceh) dengan nama Kuta Dalam Darud Dunia (dalam kawasan Meligoe Aceh atau Pendopo Gubernur sekarang) dan beliau juga mendirikan Mesjid Djami Baiturrahman pada tahun 691 H.

Banda Aceh Darussalam sebagai ibukota Kerajaan Aceh Darussalam dan sekarang ini merupakan ibukota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam telah berusia 797 tahun (tahun 2002 M) merupakan salah satu Kota Islam Tertua di Asia Tenggara.

Seiring dengan perkembangan zaman Kerajaan Aceh Darussalam dalam perjalanan sejarahnya telah mengalami zaman gemilang dan pernah pula mengalami masa-masa suram yang menggentirkan. Adapun Masa gemilang Kerajaan Aceh Darussalam yaitu pada masa pemerintahan "Sultan Alaidin Ali Mughayat Syah, Sultan Alaidin Abdul Qahhar (Al Qahhar), Sultan Alaidin Iskandar Muda Meukuta Alam dan Sultanah Tajul Alam Safiatuddin".

Sedangkan masa percobaan berat, pada masa Pemerintahan Ratu yaitu ketika golongan oposisi "Kaum Wujudiyah" menjadi kalap karena berusaha merebut kekuasaan menjadi gagal, maka mereka bertindak liar dengan membakar Kuta Dalam Darud Dunia, Mesjid DJami Baiturrahman dan bangunan-bangunan lainnya dalam wilayah kota.

Kemudian Banda Aceh Darussalam menderita penghancuran pada waktu pecah "Perang Saudara" antara Sultan yang berkuasa dengan adik-adiknya, peristiwa ini dilukiskan oleh Teungku Dirukam dalam karya sastranya, Hikayat Pocut Muhammad. Masa yang amat getir dalam sejarah Banda Aceh Darussalam pada saat terjadi Perang Dijalan Allah selama 70 tahun yang dilakukan oleh Sultan dan Rakyat Aceh sebagai jawaban atas "ultimatum" Kerajaan Belanda yang bertanggal 26 Maret 1837. Dan yang lebih luka lagi setelah Banda Aceh Darussalam menjadi puing dan diatas puing Kota Islam yang tertua di Nusantara ini Belanda mendirikan Kutaraja sebagai langkah awal Belanda dari usaha penghapusan dan penghancuran kegemilangan Kerajaaan Aceh Darussalam dan ibukotanya Banda Aceh Darussalam.

Dan sejak itu ibukota Banda Aceh Darussalam diganti namanya oleh Gubernur Van Swieten ketika penyerangan Agresi ke-2 Belanda pada Kerajaan Aceh Darussalam tanggal 24 Januari 1874 setelah berhasil menduduki Istana/Keraton yang telah menjadi puing-puing dengan sebuah proklamasinya yang berbunyi : Bahwa Kerajaan Belanda dan Banda Aceh dinamainya dengan Kutaraja, yang kemudian disahkan oleh Gubernur Jenderal di Batavia dengan beslit yang bertanggal 16 Maret 1874, semenjak saat itu resmilah Banda Aceh Darussalam dikebumikan dan diatas pusaranya ditegaskan Kutaraja sebagai lambang dari Kolonialisme.

Pergantian nama ini banyak terjadi pertentangan di kalangan para tentara Kolonial Belanda yang pernah bertugas dan mereka beranggapan bahwa Van Swieten hanya mencari muka pada Kerajaan Belanda karena telah berhasil menaklukkan para pejuang Aceh dan mereka meragukannya. Setelah 89 tahun Banda Aceh Darussalam dikubur hidup-hidup dan Kutaraja dihidupkan, maka pada tahun 1963 Banda Aceh dihidupkan kembali, hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah bertanggal 9 Mei 1963 No. Des 52/1/43-43. Dan semenjak tanggal tersebut resmilah Banda Aceh menjadi nama ibukota Propinsi Nangroe Aceh Darussalam bukan lagi Kutaraja sampai dengan sekarang ini.

Sumber : Situs informasi pariwisata Banda Aceh

Readmore.....“SEJARAH berdirinya kota Banda Aceh”

Wednesday, September 10, 2008

Teuku Wisnu artis top sinetron keturunan Aceh

Siapa sih yang gak kenal ama yang namanya artis...Teuku Wisnu, putra Jakarta Keturunan/berdarah Aceh yang popular lewat sinetornya CINTA FITRI. So pasti putri-putri remaja dach pada kenal yang namanya Teuku Wisnu.

Romantis..........



Murah senyum....



Energik....



Populer



Ganteng loh...



Cool abizzz...



Teuku Wisnu yang merupakan anak ke 4 dari 4 bersaudara dari Ayah tercintanya Teuku Yusar dan ibunda Wuwuh A Puri lahir di Jakarta pada tanggal 4 Maret 1985 .

Teuku Wisnu yang mempunyai tinggi 178 cm dan berat 68 kg sangat hobby main bola dan suka menonton rupanya penggemar berat film Harry Potter, Lord of The Ring, Taxi 3, Lentera Merah, Angker Batu, dan Rocky Balboa dan ngefans banget ama yang namanya music RnB, alternative rock, hip-hop dan warna kesukaannya adalah hitam dan putih.

Dan Saat ini Wisnu tercatat sebagai Mahasiswa FISIP di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Moestopo Jakarta.

Wisnu masuk ke dunia hiburan Indonesia berawal dari sebuah kecelakaan mobil. Waktu itu, bungsu dari empat bersaudara ini membawa mobil milik tantenya dan mengalami kecelakaan di jalan tol dalam kota. Karena tidak mempunyai uang untuk memperbaiki kerusakan mobil tantenya, Wisnu, atas saran temannya, mengikuti casting sebuah iklan.Sejak itulah nama dan sosok Teuku Wisnu mulai dikenal masyarakat.

Teuku Wisnu sudah membintangi sejumlah sinetron, film, iklan dan sempat menjadi presenter serta sudah mendapat 2 x penghargaan.

Sinetron nya Teuku Wisnu :

- Makin Sayang
- Benar Benar Cinta
- Dua Hati
- Culunnya Pacarku
- Hidayah
- Legenda eps Si Manis Jembatan Ancol
- Cinta Fitri dan
- Zahira

Film nya Teuku Wisanu :

- Gue Kapok Jatuh Cinta ,2005
- Lentera Merah ,2006

Iklannya Teuku Wisnu :

- Frestea
- Fren
- Pop Mie
- Baso Bakar So Good

Penghargaan atau prestasi yang sudah didapat oleh Teuku Wisnu :

- SCTV Award Tahun 2007 kategori Aktor Ngetop
- Finalis VJ Hunt MTV

Sumber artikel dan foto : lautanindonesia.com dan artis.inilah.com

Readmore.....“Teuku Wisnu artis top sinetron keturunan Aceh”

NANGGROE ACEH DARUSSALAM

Aceh – Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)



Aceh atau secara rasmi, Nanggroe Aceh Darussalam adalah sebuah Daerah Istimewa yang terletak di Pulau Sumatra. Aceh terletak di barat laut Sumatra dengan kawasan seluas 57,365.57 km per segi atau merangkumi 12.26% pulau Sumatra. Aceh memiliki 119 buah pulau, 73 sungai yang besar dan 2 buah danau. Aceh dikelilingi Selat Melaka di sebelah utara, Provinsi Sumatera Utara di timur dan Lautan Hindi di selatan dan barat. Ibukota Aceh adalah Banda Aceh yang dulunya dikenali sebagai 'Kutaradja'.


Sejarah

Babad Cina seawal 6 AD telah menyatakan kewujudan sebuah kerajaan di bahagian hujung utara pulau Sumatra yang mereka kenali sebagai Po-Li. Naskhah Arab dan India kurun
ke-9 juga telah mengatakan perkara yang sama. Berbanding dengan kawasan-kawasan Indonesia yang lain, Aceh merupakan daerah pertama yang mempunyai hubungan langsung dengan dunia luar.

Aceh memiliki sebuah sejarah yang lama. Aceh memainkan peranan penting dalam tranformasi yang dijalani rantau ini sejak penubuhannya.

Marco Polo, pada 1292, sewaktu dalam pelayaran ke Parsi dari China telah bersinggah ke Sumatra. Beliau melaporkan terdapat enam pelabuhan yang sibuk di bahagian utara pulau tersebut. Mereka termasuk perlabuhan Perlak, Samudera dan Lambri. Kerajaan Islam yang pertama kali ditubuhkan di Aceh adalah Kerajaan Perlak pada tahun 804, lebih 100 tahun setelah Islam tiba di Nusantara. Penawanan pelabuhan di Melaka oleh Portugis pada 1511 telah menyebabkan ramai pedagang Arab dan India memindahkan perdagangan mereka ke Aceh. Ketibaan mereka membawa kekayaan dan kemakmuran kepada Aceh, dan
menandakan bermulanya dominasi Aceh dalam perdagangan dan politik di utara Sumatra khususnya dan Nusantara amnya. Keadaan ini berkekalan sehinggalah ia mencapai puncaknya antara 1610 dan 1640.

Kemunduran Aceh bermula sejak kemangkatan Sultan Iskandar Thani pada 1641 disebabkan dominasi perdagangan oleh Inggeris dan Belanda. Ini juga menyebabkan mereka untuk berlumba menguasai seberapa banyak kawasan di Nusantara untuk keg
iatan perdagangan mereka. Perjanjian London yang ditandatangani pada 1824 telah memberi kuasa kepada Belanda untuk menguasai segala kawasan British di Sumatra sementara Belanda akan menyerahkan segala kuasa perdagangan mereka di India dan juga berjanji tidak akan menandingi British untuk menguasai Singapura.

Belanda telah mendapati lebih sukar untuk menawan Aceh daripada apa yang mereka
jangkakan. Perang Aceh, yang berlansung dari 1873 ke 1942 (tetapi tidak berlanjut-lanjut), merupakan sebuah peperangan paling lama dihadapi oleh Belanda dan meragut lebih 10,000 orang tentera mereka.

Pasca-pencabutan Daerah Operasi Militer (DOM), atau sering dikenal dengan Operasi Jaring Merah, pada 7 Agustus 1998 yang sudah berlangsung selama 10 Tahun sejak 1989, tuntutan kemerdekaan Aceh yang disuarakan oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) kian bergema. Selain itu, muncul tuntutan referendum sebagai akumulasi kekecewaan rakyat

Aceh pada pemerintah Jakarta. Tuntutan itu dimobilisir oleh pada intelektual Aceh yang terhimpun dalam Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA). SIRA yang didirikan di Banda Aceh pada 4 Februari 1999 berhasil mengakomodasi keinginan rakyat Aceh untuk menentukan nasib sendiri. Misalnya tercermin dalam aksi kolosal yang dibuat oleh SIRA pada 8 November 1999 yang dihadiri oleh 2 Juta rakyat Aceh dari berbagai kabupaten. SIRA yang dipimpin oleh Muhammad Nazar berhasil memobilisir perjuangan rakyat Aceh, untuk mendapatkan hak-haknya sebagai sebagai sebuah bangsa.

Keinginan rakyat Aceh untuk menentukan nasib sendiri semakin bergema dengan kelahiran berbagai organisasi perlawanan rakyat di Aceh, seperti KARMA, Farmidia, SMUR, FPDRA, SPURA, PERAK, dan HANTAM, yang lahir dengan mengusung berbagai macam isu. HANTAM misalnya, dengan mengusung isu Antimiliterisme berhasil membuat sebuah aksi yang spektakuler pada tahun 2002, dengan aksi yang paling fenomenal, karena dalam
aksinya mereka menuntut Cease-fire antara RI dan GAM. Selain itu HANTAM dalam aksinya mengusung empat bendera, seperti bendera GAM, RI, Referendum dan Bendera PBB. Aksi yang berlangsung pada 6 Mei 2002 itu berakhir dengan penangkapan semua peserta aksi HANTAM seperti Taufik Al Mubarak, Muhammmad MTA, Asmara, Askalani, Imam, Habibir, Ihsan, dan beberapa orang lagi. Aksi itu memberikan makna khusus bahwa intervensi PBB untuk memediasi konflik Aceh tak dapat ditolak.


Agama

Mayoriti penduduk di provinsi NAD memeluk agama Islam. Selain itu provinsi NAD memiliki keistimemawaan dibandingkan dengan provinsi yang lain, kerana di provinsi ini Syariat Islam diberlakukan kepada sebahagian besar warganya yang menganut agama Islam.


Bahasa

Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Aceh dan Bahasa Indonesia Walaupun banyak yang menggunakan bahasa Aceh dalam pergaulan sehari-hari, namun tidak bererti bahwa corak dan ragam bahasa Aceh yang digunakan sama. Tidak saja dari segi dialek yang mungkin berlaku bagi bahasa di daerah lain; bahasa Aceh bisa berbeza dalam pemakaiannya, bahkan untuk kata-kata yang bermakna sama. Kemungkinan besar hal ini disebabkan banyakya percampuran bahasa, terutama di daerah pesisir, dengan bahasa daerah lainnya atau juga kerana kelestarian bahasa aslinya


Geografi

Ibukota dan bandar terbesar di Aceh ialah Banda Aceh. Bandar besar lain ialah seperti Sabang, Lhokseumawe, dan Langsa.

Aceh merupakan kawasan yang paling teruk dilanda gempa bumi 26 Disember 2004. Beberapa tempat di persisiran pantai dilaporkan musnah sama sekali. Malah Banda Aceh turut hampir musnah dilanda tsunami.

Aceh mempunyai khazanah sumber bumi seperti minyak dan gas asli.


Demografi

Penduduk Aceh merupakan keturunan berbagai suku kaum dan bang

sa. Bentuk fizikal mereka menunjukkan ciri-ciri orang Nusantara, Cina, Eropah dan India. Leluhur orang Aceh dikatakan telah datang dari Semenanjung Malaysia, Cham, Cochin China dan Kemboja. Kumpulan-kumpulan etnik yang terdapat di Aceh adalah orang Aceh yang terdapat di merata Aceh, orang Gayo di Aceh Tengah, sebahagian Aceh Timur, Bener Meriah dan Gayo Lues, orang Alas di Aceh Tenggara, orang Tamiang di Aceh Tamiang, Aneuk Jamee di Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya, orang Kluet di Aceh Selatan dan orang Simeulue di Pulau Simeulue. Aceh juga mempunyai bilangan keturunan Arab yang tinggi. Sebuah suku bangsa berketurunan Eropah juga terdapat di Kecamatan Jaya, Aceh Jaya. Mereka beragama Islam dan dipercayai adalah dari keturunan askar
-askar Portugis yang telah memeluk agama Islam. Pada amnya, mereka mengamalkan budaya Aceh dan hanya boleh bertutur dalam bahasa Aceh dan bahasa Indonesia.

Daerah Tingkat II ( Kabupaten/Kotamadya )
Kabupaten Aceh Barat
Kabupaten Aceh Barat Daya
Kabupaten Aceh Besar
Kabupaten Aceh Jaya
Kabupaten Aceh Selatan
Kabupaten Aceh Singkil
Kabupaten Aceh Tamiang
Kabupaten Aceh Tengah
Kabupaten Aceh Tenggara
Kabupaten Aceh Timur
Kabupaten Aceh Utara
Kabupaten Bener Meriah
Kabupaten Bireuen
Kabupaten Gayo Lues
Kabupaten Nagan Raya
Kabupaten Pidie
Kotamadya Banda Aceh
Kotamadya Langsa
Kotamadya Lhokseumawe
Kotamadya Sabang
Kabupaten Simeulue
Kubapaten Pidie Jaya
Kubapaten Subussalam

Lambang Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Lambang Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam diambil dari Kupiah Aceh berbentuk segi lima yang mengisyaratkan falsafah hidup rakyat dan Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang disebut PANCACITA.

1. CITA KEADILAN : dacing
2. CITA KEPAHLAWANAN : rencong
3. CITA KEMAKMURAN : padi, lada, kapas dan cerobong
Padi : bahan pangan pokok
Lada : kekayaan utama Aceh dimasa lampau
Kapas : bahan sandang utama
Cerobong : industrialisasi
4. CITA KERUKUNAN : kubah mesjid
5. CITA KESEJAHTERAAN : kitab dan kalam

(Kesejahteraan yang menjadi idaman dan tujuan kita hendaklah berlandaskan ilmu pengetahuan)

Warna dasar
PUTIH pertanda kemurnian, KUNING kejayaan dan HIJAU Kesejahteraan dan kemakmuran

Geografis Provinsi NAD

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam memiliki wilayah seluas 57.365,57 Km2, yang terdiri atas kawasan hutan lindung 26.440,81 Km2, kawasan hutan budidaya 30.924,76 Km2 dan ekosistem Gunung Leuser seluas 17.900 Km2, dengan puncak tertinggi pada 4.446 m diatas permukaan laut.
Sebelah utara dengan Laut Andaman
Sebelah timur dengan Selat Melaka
Sebelah selatan dengan Provinsi Sumatera Utara
Sebelah barat dengan Samudra Hindia

Daerah Melingkupi:
119 Pulau
35 Gunung,
73 Sungai

Jumlah Daerah :
21 Kabupaten
228 Kecamatasn
642 Mukim
111 Kelurahan

Sumber BAPPEDA Pov. NAD – Terakhir diperbaharui 08-Augustus-2006 13:25:43
Sumber : http://www.nad.go.id

Readmore.....“NANGGROE ACEH DARUSSALAM”

Monday, September 8, 2008

KOMUNITAS PUTRA-PUTRI ACEH... di dunia maya

Disini saya coba mengumpulkan komunitas - komunitas anak Aceh yang sudah terbentuk di dunia maya diantaranya :

1.Aceh Foum Community ( AFC )
Aceh Forum Community ( AFC )
Together we can do ( Tema )

2.Aceh Blogger Community ( ABC )
Aceh Blogger Community ( ABC )
situs aggregrasi para blogger Aceh yang berada di Indonesia maupun di seluruh dunia ( Tema )

3.Atjeh Joomla Community ( AJC )
http://www.atjeh-joomla.org
Teruslah berkarya,berkarya terus - Generasi IT Aceh ( Tema )

4.Aceh Linux Activist ( ALA )
http://aceh.linux.or.id
Komunitas pengguna linux Aceh

5.Forum Nanggroe
http://www.nanggroe.com/forum/
Welcome nanggroe

6.SAMAN UI
http://samanui.wordpress.com
Silaturrahmi Mahasiswa Nanggroe Aceh Darussalam Universitas Indonesia”

7.Youtube Grup Aceh
http://www.youtube.com/group/Acheh
Reuweung ureung Aceh proh masalah

8.Aneuk Aceh
http://aceh.multiply.com
Kumpulan Aneuk Aceh di Multiply

9.Nanggroe Aceh Darussalam Community
http://serambimekkah.multiply.com
Kumpulan Aneuk Aceh di Multiply

10.Kota Banda Aceh
http://kotabandaaceh.multiply.com
Kumpulan Aneuk Aceh di Multiply

11.Aceh Sepanjang Abad
http://aceh1.multiply.com
Kumpulan Aneuk Aceh di Multiply

12.Kedai kopi Serambienews
http://kedaikopi.serambinews.com
Forum diskusi santai serambi online

13. ABC Yahoo Groups
ABC yahoo groups
Milis Komunitas Blogger Aceh - Disini tempatnya para blogger untuk menyalurkan saran, kritik dan pendapat untuk kemajuan Aceh Blogger Community (ABC).

14. Bahsa Aceh Group Google
http://groups.google.co.id/group/bahsa-aceh
Group mills berbahasa Aceh

15. Acehline Community
http://acehline.coolbb.net/
Computer - Internet - Hacking - Security

16. Blogger Aceh Grup Blogcatalog
http://www.blogcatalog.com/group/blogger-aceh
Tempat ngumpulnya para Blogger Tanoh Rincong dari Aceh sampoe ban sigoem donya.


Kalau ada yang ingin menambahkan silakan demi komunitas anak aceh didunia maya baik yang ada di Aceh, Indonesia maupun dunia.

Readmore.....“KOMUNITAS PUTRA-PUTRI ACEH... di dunia maya”

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008 Aceh Blogging

Back to TOP