Tuesday, December 30, 2008

TUN SRI LANANG - Raja pertama kerajaan Samalanga


Tun Sri Lanang adalah raja pertama kerajaan Samalanga. Sebenarnya dia seorang Bendahara di Kerajaan Johor. Nama aslinya adalah Tun Muhammad. Dia diangkat menjadi raja Samalanga pada tahun 1615. Kisah Tun Sri Lanang ini diambil dari rangkuman beberapa penulis. Ini dia kisahnya.

Kebesaran Kesultanan Islam Malaka hancur setelah Portugis menaklukkannya tahun 1511. Banyak pembesar kerajaan yang menyelamatkan diri ke kerajaan lainnya yang belum dijamah Portugis. Sebut saja Pahang, Johor, Pidie, Aru (Pulau Kampai), Perlak, Daya, Pattani, Pasai dan Aceh. Portugis berusaha menaklukkan kerajaan Islam yang kecil ini dan tanpa perlawanan yang berarti. Perkembangan tersebut membuat gundah Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1530). Sultan berkeinginan untuk membebaskan negeri Islam di Sumatera dan Semenanjung Tanah Melayu ini dari cengkeraman Portugis. Keinginan Sultan didukung penuh oleh pembesar negeri Aceh dan para pencari suaka dari Melaka yang menetap di Bandar Aceh. Sultan memproklamirkan Kerajaan Islam Aceh Darussalam pada tahun 1512, dengan visi utamanya menyatukan negeri kecil seperti Pedir, Daya, Pasai, Tamiang, Perlak dan Aru.

Sultan Alaidin Ali Mughayatsyah berprinsip. “Siapa kuat hidup, siapa lemah tenggelam”. Karenanya dalam pikiran Sultan untuk membangun negeri yang baru diproklamirkannya perlu penguatan di bidang politik, luar negeri, militer yang tangguh, ekonomi yang handal dan pengaturan hukum/ketatanegaraan yang teratur. Dengan strategi inilah, menurut pikiran Sultan, Kerajaan Islam Aceh Darussalam akan menjadi negara yang akan diperhitungkan dalam percaturan politik global, sesuai dengan masanya dan mampu mengusir Portugis dari negeri Islam di nusantara yang telah didudukinya. Dasar pembangunan kerajaan Islam Aceh Darussalam yang digagaskan Sultan Alaidin Ali Mughayatsyah dilanjutkan oleh penggantinya Sultan Alaidin Riayatsyah Alqahhar, Alaidin Mansyursyah, Saidil Mukammil dan Iskandar Muda. Aliansi dengan negara-negara Islam di bentuk, baik yang ada di nusantara maupun di dunia Internasional. Misalnya Turki, India, Persia, Maroko. Pada zaman inilah Aceh mampu menempatkan diri dalam kelompok “lima besar Islam” negara-negara Islam di dunia. Hubungan diplomatik dengan negeri nonmuslim pun dibina sepanjang tidak mengganggu dan bertentangan dengan asas-asas kerajaan (A. Hasyimy, Kebudayaan Aceh Dalam Sejarah). Perseteruan kerajaan Aceh dengan Portugis terus berlangsung sampai tahun 1641. Akibatnya banyak anak negeri yang syahid baik itu di Aceh sendiri, Aru, Bintan, Kedah, Johor, Pahang dan Trenggano. Populasi penduduk Aceh menurun drastis. Sultan Iskandar Muda mengambil kebijakan baru dengan menggalakkan penduduk di daerah takluknya untuk berimigrasi ke Aceh inti, misalnya dari Sumatera Barat, Kedah, Pahang, Johor dan Melaka,Perak,Deli. Sultan Iskandar Muda menghancurkan Batu Sawar, Johor, pada tahun 1613. Seluruh penduduk Johor, termasuk Sultan Alauddin Riayatshah III, adiknya Raja Abdullah, Raja Raden dan pembesar- pembesar negeri Johor-Pahang seperti Raja Husein (Iskandar Thani), Putri Kamaliah (Putroe Phang) dan Bendaharanya (Perdana Mentri), Tun Muhammad kemudian dipindahkan ke Aceh. Sultan Iskandar Muda kemudian menjadikan Tun Sri Lanang sebagai raja pertama ke Samalanga atas saran dari putri Kamaliah. (A.K.Yakobi, Aceh Dalam Perang Mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan 1945-1949). Rotasi pimpinan ini sering ditempuh guna mencegah terjadinya pemberontakan raja-raja yang mendapat dukungan rakyat. Penobatan Tun Sri Lanang menjadi Raja Samalanga mendapat dukungan rakyat, karena disamping dia ahli dibidang pemerintahan juga alim dalam ilmu agama. Sultan Iskandar Muda mengharapkan dengan penunjukan tersebut akan membantu pengembangan Islam di pesisir Timur Aceh. Namun penunjukkan Tun Sri Lanang sebagai raja tidak serta merta berjalan mulus. Hal itu karena adanya tentangan dari beberapa tokoh masyarakat yang dipimpin oleh Hakim Peut Misei. Dia justru menginginkan kelompoknyalah yang berhak menjadi raja pertama Samalanga. Menurut kisah dan penuturan orang- orang tua di sana. Setelah Hakim Peut Misei dan sebelas orang pemuka negeri lainnya bersama rakyat setempat selesai membuka negeri Samalanga, lalu mereka bermusyawarah untuk menentukan siapa diantara mereka yang berhak menjadi raja pertama Samalanga. Diantara panitia yang terlibat dalam persiapan pengukuhan keuleebalangan Samalanga dan daerah takluknya, terjadi perselisihan dan perbedaan pendapat. Demi mengatasi perselisihan tersebut, atas saran masyarakat, kedua belas orang panitia tersebut kemudian menghadap sultan Iskandar Muda. Mereka menyerahkan keputusan tersebut kepada sultan, yang akan menentukan pilihan terbaiknya untuk memimpin negeri pusat pendidikan Islam itu. Rencana dan kabar tersebut diam-diam sampai juga ketelinga Puteri Pahang. Dia mengetahui rencana pertemuan dua belas tokoh masyarakat yang akan menghadap sultan. Putri Pahang menginginkan ke-uleebalangan Samalanga dan daerah takluknya diisi oleh Datok Bendahara, yang bergelar Tun Sri Lanang, yang tak lain adalah saudaranya sendiri. Siasat pun diatur dan berbagai cara juga ditempuh. Lalu Tun Sri Lanang diperintahkan berlayar ke Samalanga, di sana dia harus berpura-pura sebagai seorang nelayan yang kumuh tetapi ahli melihat bintang. Berdasarkan rencana Putri Pahang, Tun Sri Lanang harus sampai duluan di Samalanga dan ke dua belas tokoh masyarakat tersebut diusahakan menggunakan jasa Tun Sri Lanang untuk berlayar ke Kuala Aceh menghadap Sultan. Pada hari yang telah di sepakati bersama, berangkatlah dua belas orang panitia menghadap sultan dengan didampingi seorang pawang dari kuala Samalanga menuju kuala Aceh. Ke dua belas orang itu kemudian bertemu dengan Sultan dan mengutarakan maksud dan tujuannya. Mereka lalu meminta kepada Sultan agar salah satu dari mereka dinobatkan menjadi uleebalang pertama Samalanga. Setelah meminta pendapat orang - orang besar kerajaan dan Puteri Pahang, Sultan setuju menobatkan salah satu dari mereka menjadi Raja pertama. Namun dengan satu syarat apabila cincin kerajaan yang telah disiapkan oleh Puteri Pahang cocok di jari kelingking mereka. Mereka lalu mecoba satu persatu di jari mereka, tetapi cincin kerajaan tersebut terlalu besar untuk dipakai pada jari ke ua belas orang tersebut. Puteri Pahang menanyakan pada mereka apa ada orang lain yang tidak dibawa ke balai rung Istana? Mereka dengan hati kesal menjawab memang masih ada tukang perahu. Tun Sri Lanang pun kemudian dihadapkan kehadapan Sultan. Dia mencoba cincin kerajaan itu, ternyata sangat cocok untuk jari kelingkingnya. Karena itu kemudian Sultan Iskandar Muda menobatkan Tun Sri Lanang menjadi Raja pertama Samalanga. Namun sewaktu mereka pulang, Tun Sri Lanang tiba-tiba dibuang di tengah laut di kawasan Laweung. Kejadian tersebut kemudian dikenal dalam masyarakat Samalanga sebagai Peristiwa Laut. Beruntung, Tun Sri Lanang berhasil diselamatakan oleh Maharaja Lela Keujroeun Tjoereh (Laweung). Setelah menyelamatkan Tun Sri Lanang, Maharaja Lela Keujroeun Tjoereh bersama T. Nek Meuraksa Panglima Nyak Doom menghadap Sultan. Mereka memberitahukan penemuan Tun Sri Lanang di tengah laut. Mendengar berita tersebut, Sultan sangat murka, dia kemudian memerintahkan Maharaja Goerah bersama T. Nek Meuraksa Panglima Nyak Doom dan Maharaja Lela Keujroeun Tjoereh menemani Tun Sri Lanang ke Samalanga. Hakim Peut Misee dan sebelas orang panitia persiapan keuleebalangan pun akhirnya dihukum pancung oleh sultan. Tun Sri Lanang menjadi Uleebalang pertama Samalanga pada tahun 1615-1659 M. Dia mangkat dan dimakamakan di desa Meunasah Leung Samalanga. Pada masa pemerintahannya, dia berhasil menjadikan Samalanga sebagai pusat pengembangan Islam di kawasan Timur Aceh. Tradisi itu terus berlanjut sampai sekarang. Samalanga menjadi kubu kuat Sultan Aceh terakhir, Sultan Muhammad Daud Syah menentang penjajahan Belanda. Disamping ahli pemerintahan, Tun Sri Lanang juga dikenal sebagai pujangga melayu. Karyanya yang monumental adalah kitab Sulalatus Salatin. MenurutWinstedt, kitab ini dikarang
mulai bulan Februari 1614 dan selesai Januari 1615 sewaktu menjadi tawanan di kawasan Pasai. Ketika di Batu Sawar, Tun Sri Lanang sudah mulai menyusun penulisan sejarah Melayu berasaskan kitab Hikayat Melayu yang diberikan oleh Yang Dipertuan di Hilir, Raja Abdullah. Dia kembali menyambung pekerjaanya menyusun dan mengarang kitab sejarah Melayu tersebut di Aceh sampai lengkap. Apabila kita baca mukaddimah kitab ini, tidak jelas disebutkan siapa pengarang yang sebenarnya. Dan ini biasa dilakukan oleh pengarang -pengarang dahulu yang berusaha menyembunyikan penulis aslinya terhadap hasil karangannya. Bahkan menyebutkan dirinya sebagai fakir. Kalimat aslinya sebagai berikut : Setelah fakir allazi murakkabun ‘a;a jahlihi maka fakir perkejutlah diri fakir pada mengusahakan dia, syahadan mohonkan taufik ke hadrat Allah, Tuhan sani’il - ‘alam, dan minta huruf kepada nabi sayyidi’l ‘anam, dan minta ampun kepada sahabat yang akram; maka fakir karanglah hikayat ini kamasami’ tuhu min jaddi wa abi, supaya akan menyukakan duli hadrat baginda. Maka fakir namai hikayaat ini “ Sulalatus Salatin” yakni “pertuturan segala Raja-Raja”. Keturunan Tun Sri Lanang di Aceh yaitu Tun Rembau yang lebih dikenal dengan panggilan T. Tjik Di Blang Panglima Perkasa menurunkan keluarga Ampon Chik Samalanga sampai saat ini dan tetap memakai gelar Bendahara diakhir namanya seperti Mayjen T. Hamzah Bendahara. Sedangkan sebagian keturunannya kembali ke Johor dan menjadi bendahara (Perdana Menteri) disana seperti Tun Abdul Majid yang menjadi Bendahara Johor, Pahang Riau, Lingga (1688- 1697). Keturunan Tun Abdul Majid inilah menjadi zuriat Sultan Trenggano, Pahang, Johor dan Negeri Selangor Darul Ihsan hingga sekarang ini.

http://acehjeumpa.multiply.com

Readmore.....“TUN SRI LANANG - Raja pertama kerajaan Samalanga”

The Black Road: On the Front Line of Aceh's War

Merupakan judul sebuah film dokumenter yang dibuat oleh William Nessen. Secara umum, film ini menceritakan sebuah perjalan sejarah Aceh dari masa konflik hingga pasca tsunami. Film yang berdurasi selama 52 menit ini merupakan suatu film yang menggambarkan situasi konflik di Aceh dalam lini terdepan.

Film The Black Road ini di buat dalam rentang waktu yang sangat lama untuk sebuah produksi film dokumenter. Selama 3 tahun dalam rentang 2003 hingga 2005 film ini diselesaikan.

Jika anda melihat film ini, seakan anda berada dalam suatu kondisi peperangan yang nyata, seolah-olah anda berada di lokasi tersebut. Sang pembuat film ini memberanikan diri terjun ke garis depan konflik antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Tentara Negara Indonesia (TNI). Tidak jarang, dia kerap terlibat dalam baku tembak antara Teuntra Neugara Acheh (TNA) dan TNI di hutan


Dengan kamera di tangannya, William yang di akrab di sapa Billy ini merekam detik-detik letupan bedil antara dua belah serdadu yang tengah berperang.

Pada awal durasi film ini, Billy menceritakan perjalanan panjang proses konflik di Aceh. Di buka dengan reruntuhan pasca tsunami, perlahan film ini membawa para penontonnya untuk mengikuti alur konflik di Aceh. Kisah ketika pertama kali dia meliput di daerah ini juga tidak lupa di edit dalam film ini, perkenalannya dengan Brigjen Bambang Dharmono (ketika itu) Panglima Koops Daerah Militer NAD, dan Mayjen Syafrie Sjamsoeddin (ketika itu) Kapuspen TNI pada saat itu mengawali kisah seorang wartawan freelance ini di belantara hutan gerilya Aceh.



William Nessen ialah seorang wartawan lepas berkewarganegaraan Amerika Serikat. Ia bekerja untuk memberikan kontribusinya untuk berbagai media cetak dan elektronik di Amerika Serikat, Kanada dan Australia. Ia bertugas melakukan Investigative Reporting di Aceh. Sesuai dengan kesepakatan antara Wiliam dengan TNI, TNI berjanji tidak akan menangkap dan menembaknya di lapangan.

Seperti halnya kebiasaan wartawan investigasi kebanyakan, penampilannya dibalut dengan rompi yang banyak saku. Wartawan yang memiliki nama lengkap William Arthur Nessen ini menjalani hari-hari tugasnya dengan cengegesan, selalu tersenyum, parasnya yang kurus, dengan pipinya yang menciut dihiasi dengan jambang tipis, Billy selalu semangat dalam melakukan peliputan.



Peliputan Billy bukan hanya dan ketika di Aceh saja. Sebelumnya, ia juga pernah meliput berbagai aksi, seperti aksi reformasi yang mengakibatkan lengsernya Soeharto dari tahta RI1. Ia juga meliput proses referendum di Timor Timur, serta konflik di Papua.

Dalam rentang tahun 2003, Aceh sedang diberlakukan Darurat Militer, hampir tidak mungkin melakukan reportase invetigasi di sana, selain pembatasan ruang gerak wartawan oleh serdadu Indonesia, juga kurangnya keberanian wartawan Indonesia untuk terjun ke garis terdepan peperangan di Aceh.

Terjun ke dalam kancah perperangan demi suatu peliputan investigative sangatlah beresiko. Billy melakukan itu karena ia mencoba untuk mendapatkan berita dari kedua belah pihak dalam liputannya. John Colson dalam tulisannya mengutip kata-kata Billy:

“I tried to get both sides of the story," he said, adding that "to really understand people is to live with them, and experience what they are experiencing." It was his way of pursuing "the elusive thing called truth."

“Aku mencoba untuk mendapatkan berita dari dua sisi,” ia menambahkan bahwa “untuk benar-benar mengerti tentang mereka adalah dengan cara hidup bersama mereka, dan menjalani apa yang sedang mereka jalani.” Itu adalah cara dia melakukan pendekatan “hal yang sangat sulit untuk mendapatkan kebenaran”


Atas dasar prinsip yang menjadi pegangannya itulah, Billy memberanikan diri terjun ke kancah perang antara serdadu GAM dan TNI.

Film yang dibuat oleh Billy ini banyak diambil di wilayah konsentrasi GAM pantai barat dan selatan. Dengan pasukan yang dipimpin Pang Dani, Billy bersama dengan pasukan-pasukan Pang Dani ikut dalam operasi penyergapan dan penyerangan pasukan TNI dan Polri.

Melalui film ini, kita tahu bahwa GAM di dukung oleh rakyat. GAM hidup bersama rakyat, dan juga rakyat sering kali membantu GAM dalam hal logistik dan perlengkapan.

Dalam pembuatan film ini, Billy dibantu oleh seorang wartawan dari Jakarta asal Aceh, Sya'diah Syeh Marhaban (Shadia) namanya, janda dengan dua anak ini adalah wartawati salah satu televisi swasta di Jakarta. Pertemuan mereka terjadi pada tahun 2001, sejak saat itu mereka meliput konflik Aceh bersama. Ternyata, perjalanan peliputan itu diwarnai dengan asmara antara Billy dan Shadia. Hingga pada 8 November 2002 mereka memutuskan untuk menikah dengan adat Aceh. Dalam film ini, Billy tidak menjelaskan status agamanya ketika menikahi Shadia.

Sekitar lima menit dari durasi film ini, Billy menampilkan profil singkatnya. Bagaimana hubungnnya dengan Musliadi, salah satu aktivis HAM di Aceh yang begitu dekat, hingga ia sangat sedih ketika Musliadi mati di aniaya.

Bambang Darmono, seakan tidak percaya ketika Billy menanyakan kasus ini padanya. Bambang seperti disudutkan oleh Billy atas pertanyaan-pertanyaan terkait kematian Musliadi.
Juni 2003, tersiar kabar di telinga TNI bahwa GAM menyandera seorang wartawan asing. Wartawan tersebut tidak lain ialah William Nessen yang sedang melakukan reportase. TNI segera melakukan operasi pembebasan sandera, operasi tersebut berhasil. GAM meninggalkan Billy dalam kontak senjata antara GAM dan TNI. Hingga pada tanggal 24 Juni 2003 William Nessen di deportasi ke negara asalnya setelah ditahan selama 20 hari dalam proses interogasi.
Sekitar setengah durasi film, kita dibawa kesuatu gambaran Aceh pasca tsunami. William Nessen ternyata secara diam-diam masuk ke Aceh dan meliput tragedi tsunami di daerah ini.

Ketika Indonesia kebanjiran bule, Billy ikut meramaikan pasar bule di Aceh, untuk meliput tragedy tsunami. Bukan hanya itu, ia sempat melakukan reuni bersama Pang Dani di kantong pertahanan GAM wilayah pantai barat selatan.

Pasca tsunami, konflik Aceh masih berlanjut hingga akhirnya 25 Agustus 2005. Pemerintah Indonesia sepakat untuk berdamai dengan Gerakan Aceh Merdeka. Istri Billy, Shadia, ikut dalam perundingan yang diselenggarakan di Helsinki, Finlandia. Ia bertindak selaku anggota tim perunding GAM.

Juli 2006, Billy masuk ke Aceh bersama rombongan petinggi GAM yang pulang ke kampung halaman. Kali ini Billy di deportasi lagi, pejabat imigrasi beralasan bahwa itu perintah dari Badan Inteligen Nasional (BIN). Dalam komentarnya di The Jakarta Post, Billy mengatakan:

"They're afraid of me. Why, because I was helping GAM for Helsinki,"

“Mereka takut sama saya. Kenapa, karena saya telah membantu GAM di Helsinki,”


Padahal tujuan Nessen ke Aceh bukan untuk reportase atau tugas peliputan, tetapi ia hanya ingin mengunjungi istrinya.

Film yang dinarasikan sendiri oleh Billy ini telah memenangkan beberapa penghargaan film dokumenter. Diantaranya The Best Documentary dalam Festival film dokumenter terbesar di Asia The 2006 Mumbai International Film Festival.

Edward Aspinall, Peneliti dari Australian National University dan editor Inside Indonesia, memberikan komentar terhadap The Black Road:,

"By showing conflict from the perspective of ordinary villagers and insurgents, William Nessen's film presents a perspective of war that is not only unique in reportage of Aceh, but which is rare in the media's coverage of any of the 'small wars' which take so many lives around the globe. So often, we see only the view of governments and their troops. Here, the lens is reversed, and the effect is remarkable."

“Dengan menampilkan konflik dari sudut pandang para penduduk dan pemberontok, film William Nessen memperlihatkan bahwa reportase perang di Aceh bukan saja unik, tetapi sangat jarang media memberikan ulasan terhadap “perang kecil” yang mana mengambil perhatian dari seluruh dunia. Biasanya, kita hanya melihat pemerintah dan para serdadunya. Di sini, lensa berbalik, dan menimbulkan efek yang sangat luar biasa”.


Film ini saya pikir harus dimiliki oleh semua rakyat Aceh, ini merupakan asset bangsa ini untuk melihat kembali sejarah yang pernah terjadi di sini. Memaafkan bukan berarti melupakan.

Tetapi anehnya, film ini dilarang di putar di Indonesia dalam Jakarta Film Festival (JiFFest) 2006. Festival ini diselenggarakan pada 8-17 Desember 2006 lalu. Sebenarnya ada empat film yang dilarang diputar di acara tahunan ini, yaitu The Black Road yang menceritakan konflik di Aceh, serta Tales of Crocodiles, Passabe, dan Timor Loro Sae menceritakan tentang Timor Timur (Timtim).

Film-film tersebut dilarang oleh Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia.
Alasan yang dikemukakan oleh Titi Said selaku Ketua LSF yang dikutip Kompas dalam Asociated Press (AP) mengatakan bahwa:

"Dokudrama ini secara ekstrem membela satu pihak. Nasionalisme dipertaruhkan." Ia menambahkan lagi bahwa “jadwal pemutaran Black Road di JiFFest 2006 merupakan waktu yang tidak tepat, karena hanya beberapa hari sebelum pemilihan pertama secara langsung gubernur NAD, yang akan diadakan pada 11 Desember mendatang. "Itu dapat meruntuhkan situasi kondusif di Aceh yang telah dibangun dengan usaha yang begitu besar,"

Di Indonesia, Film ini dilarang beredar. Hanya kalangan aktivis dan para jurnalis terbatas yang memiliki film ini

http://kanvasbiroe.blogspot.com

Readmore.....“The Black Road: On the Front Line of Aceh's War”

Monday, December 29, 2008

Tech blogger template…Specially to user Google Adsense



Design by :Charmskins

Feature and about Tech blogger template :



As word Charmskins , This theme is specially optimized to use Google Adsense for advertising on your blog. The advertising code can be easily inserted using the HTML/Javascript sidebar and header area widgets in the Page Elements editor section. This theme is similar in layout to the Adsense Tech skin but without the ad space in the heading. The ad space sizes are 336×280 in the upper right sidebar and 160×600 in the lower right sidebars. No modifications to the layout are needed to use these ad sizes. Click the image above to download. Of course you’ll have to sign up for Adsense and use your own ads on the site, the ads are not included.

This is a three column XML layout designed for use with the newest version of Blogger and includes full support for the drag and drop widgets. It’s a fixed width and will fit perfectly on an 1024 wide screen size and also works on wider screens as well. It has a permanent RSS Feed button in the sidebar. To install just download the .zip file from the demo site and unpack it, then copy and paste the contents into your HTML editor. The images are already hosted so there’s no need to download them. This theme is ready to go!

Demo I Download Tech blogger template

Say thank you in Charmskins

Hopefully useful and happy blogging.

Readmore.....“Tech blogger template…Specially to user Google Adsense”

A good friend

When you start dancing pen, ink will say that dumb-word :
"Simply share the feeling, to remove the tendency, hesitate compose. If graffiti is quiet, lonely, who are lodged in soul.If debonair touch, the exhilaration is currently throne as yan. According to tramp life, the divine traveler. Hopefully, His mercy is always with us under. "

A good friend never nibble at the back of his good friend.

A good friend never jealous of success with his good friend.In A good friend is most of his good friend's help to achieve success.

A good friend never affect his good friend to make things worse and useless.

A good friend is a good friend advise him to do good.

A good friend is the first person to be searched when they arrived the sad or happy.

A Good friend where we vomit, that I need Hardcore Heartfelt Warriors to a normal friend.

A good friend never force his good friend to always be yourself.

A good friend never forbade his good friend to be with friends.

A good friend never a good idea if envious have many good friends, I know better what is best for both of them.

A good friend will always bless the welfare and happiness of good will in the world and the Hereafter in the piano.

We are good friends if we understand that our good friend is not a perfect one.

We are good friends if we become a good friend to both of us.

We are not that good if we do not appreciate our good friend, I will always appreciate his good friend.


A good friend

We are not that good if we do not tell the good things to our good friend, because of the good things will always deliver a good friend to both.

A good friend this will prolong the script to a friend-i, not because of forced, not because like-like, but to be used as guidelines by-i so friends can become a good friend to his good friend.

And if we can have both a good friend, we must first become a good friend ... a good friend to us.

And hopefully we became good friends who both ...!!!!!

"Hate will bring two friends into enemies, the two leaders will debate, the two countries will be turbulent and two continents will be destroyed".

Readmore.....“A good friend”

Between Cigarette Smoke And Aroma flatus



What is the relationship between cigarette smoke and the aroma fart? There are similarities, others differences.

Equality of it, release the same roomy and accept the same and do not like loud protests.

Now the difference. According to records, smoke a cigarette giants like Random House, by the active actual nicotian more dangerous and more toxic than smoke These are the first time. Unfortunately, it often smoke cigarettes to Women by those who choose not to smoke, making them exposed to the risk of the disease higher. However, there is no record that the wind caused the smoke cancer, heart attack, and interference in the fetus.

Differences in the other. If a smoker be reproved by the people affected by cigarette smoke it, then the smoker will usually be more angry and vicious than the reprimand. Unfortunately, if a fart be reproved by the people affected by its wind, the wind should apologize and will be considered reasonable if not exactly angry and more ferocious than the reprimand.

One more difference. There was no record that says there is 1 person in the history of the world who died of smoke poisoning due to wind. Meanwhile, smoking has resulted in the death of millions of people each year.

There is still a difference. Flatus is a natural phenomenon and is part of the process of disposal system and human health. Smoking is not.

Frostbite of the story? Let us all more tolerant of those people as we like wind tolerant with people who smoke. Or we have to think, if the wind only to be vain apologize, let alone a smoker smoking vain.

Readmore.....“Between Cigarette Smoke And Aroma flatus”

Friday, December 26, 2008

Alat Musik Tradisional Di Nanggroe Aceh Darussalam

Arbab

Instrumen ini terdiri dari 2 bagian yaitu Arbabnya sendiri (instrumen induknya) dan penggeseknya (stryk stock) dalam bahasa daerah disebut : Go Arab. Instrumen ini memakai bahan : tempurung kelapa, kulit kambing, kayu dan dawai.

Musik Arbab pernah berkembang di daerah Pidie, Aceh Besar dan Aceh Barat. Arbab ini dipertunjukkan pada acara-acara keramaian rakyat, seperti hiburan rakyat, pasar malam dsb. Sekarang ini tidak pernah dijumpai kesenian ini, diperkirakan sudah mulai punah. Terakhir kesenian ini dapat dilihat pada zaman pemerintahan Belanda dan pendudukan Jepang.

Bangsi Alas

Bangsi Alas adalah sejenis isntrumen tiup dari bambu yang dijumpai di daerah Alas, Kabupeten Aceh Tenggara. Secara tradisional pembuatan Bangsi dikaitkan dengan adanya orang meninggal dunia di kampung/desa tempat Bangsi dibuat. Apabila diketahui ada seorang meninggal dunia, Bangsi yang telah siap dibuat sengaja dihanyutkan disungai. Setelah diikuti terus sampai Bangsi tersebut diambil oleh anak-anak, kemudian Bangsi yang telah di ambil anak-anak tadi dirampas lagi oleh pembuatnya dari tangan anak-anak yang mengambilnya. Bangsi inilah nantinya yang akan dipakai sebagai Bangsi yang merdu suaranya. Ada juga Bangsi kepunyaan orang kaya yang sering dibungkus dengan perak atau suasa.

Serune Kalee (Serunai)

Serune Kalee merupakan isntrumen tradisional Aceh yang telah lama berkembang dan dihayati oleh masyarakat Aceh. Musik ini populer di daerah Pidie, Aceh Utara, Aceh Besar dan Aceh Barat. Biasanya alat musik ini dimainkan bersamaan dengan Rapai dan Gendrang pada acara-acara hiburan, tarian, penyambutan tamu kehormatan. Bahan dasar Serune Kalee ini berupa kayu, kuningan dan tembaga. Bentuk menyerupai seruling bambu. Warna dasarnya hitam yang fungsi sebagai pemanis atau penghias musik tradisional Aceh.

Serune Kalee bersama-sama dengan geundrang dan Rapai merupakan suatau perangkatan musik yang dari semenjak jayanya kerajaan Aceh Darussalam sampai sekarang tetap menghiasi/mewarnai kebudayaan tradisional Aceh disektor musik.

Rapai

Rapai terbuat dari bahan dasar berupa kayu dan kulit binatang. Bentuknya seperti rebana dengan warna dasar hitam dan kuning muda. Sejenis instrumen musik pukul (percussi) yang berfungsi pengiring kesenian tradisional.


Rapai ini banyak jenisnya : Rapai Pasee (Rapai gantung), Rapai Daboih, Rapai Geurimpheng (rapai macam), Rapai Pulot dan Rapai Anak.

Geundrang (Gendang)

Geundrang merupakan unit instrumen dari perangkatan musik Serune Kalee. Geundrang termasuk jenis alat musik pukul dan memainkannya dengan memukul dengan tangan atau memakai kayu pemukul. Geundrang dijumpai di daerah Aceh Besar dan juga dijumpai di daerah pesisir Aceh seperti Pidie dan Aceh Utara. Fungsi Geundrang nerupakan alat pelengkap tempo dari musik tradisional etnik Aceh.


Tambo

Sejenis tambur yang termasuk alat pukul. Tambo ini dibuat dari bahan Bak Iboh (batang iboh), kulit sapi dan rotan sebagai alat peregang kulit. Tambo ini dimasa lalu berfungsi sebagai alat komunikasi untuk menentukan waktu shalat/sembahyang dan untuk mengumpulkan masyarakat ke Meunasah guna membicarakan masalah-masalah kampung.

Sekarang jarang digunakan (hampir punah) karena fungsinya telah terdesak olah alat teknologi microphone.

Taktok Trieng

Taktok Trieng juga sejenis alat pukul yang terbuat dari bambu. Alat ini dijumpai di daerah kabupaten Pidie, Aceh Besar dan beberapa kabupaten lainnya. Taktok Trieng dikenal ada 2 jenis :

Yang dipergunakan di Meunasah (langgar-langgar), dibalai-balai pertemuan dan ditempat-tempat lain yang dipandang wajar untuk diletakkan alat ini.
jenis yang dipergunakan disawah-sawah berfungsi untuk mengusir burung ataupun serangga lain yang mengancam tanaman padi. Jenis ini biasanya diletakkan ditengah sawah dan dihubungkan dengan tali sampai ke dangau (gubuk tempat menunggu padi di sawah).


Bereguh

Bereguh nama sejenis alat tiup terbuat dari tanduk kerbau. Bereguh pada masa silam dijumpai didaerah Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara dan terdapat juga dibeberapa tempat di Aceh. Bereguh mempunyai nada yang terbatas, banyakanya nada yang yang dapat dihasilkan Bereguh tergantung dari teknik meniupnya.
Fungsi dari Bereguh hanya sebagai alat komunikasi terutama apabila berada dihutan/berjauhan tempat antara seorang dengan orang lainnya. Sekarang ini Bereguh telah jarang dipergunakan orang, diperkirakan telah mulai punah penggunaannya.

Canang

Perkataan Canang dapat diartikan dalam beberapa pengertian. Dari beberapa alat kesenian tradisional Aceh, Canang secara sepintas lalu ditafsirkan sebagai alat musik yang dipukul, terbuat dari kuningan menyerupai gong. Hampir semua daerah di Aceh terdapat alat musik Canang dan memiliki pengertian dan fungsi yang berbeda-beda.

Fungsi Canang secara umum sebagai penggiring tarian-tarian tradisional serta Canang juga sebagai hiburan bagi anak-anak gadis yang sedang berkumpul. Biasanya dimainkan setelah menyelesaikan pekerjaan di sawah ataupun pengisi waktu senggang.

Celempong

Celempong adalah alat kesenian tradisional yang terdapat di daerah Kabupaten Tamiang. Alat ini terdiri dari beberapa potongan kayu dan cara memainkannya disusun diantara kedua kaki pemainnya.

Celempong dimainkan oleh kaum wanita terutama gadis-gadis, tapi sekarang hanya orang tua (wanita) saja yang dapat memainkannnya dengan sempurna. Celempong juga digunakan sebagai iringan tari Inai. Diperkirakan Celempong ini telah berusia lebih dari 100 tahun berada di daerah Tamiang.

Sumber :http://yuhuuami.blogspot.com

Readmore.....“Alat Musik Tradisional Di Nanggroe Aceh Darussalam”

Snouck Hurgronje

Orientalis Kristen kelahiran Oosterhout ini tak percaya Tuhan. Tapi ia dijunjung sebagai pahlawan oleh Belanda atas keberhasilan memecah-belah ulama.

Nama lengkapnya, Christian Snouck Hurgronje, lahir di pada 8 Februari 1857 di Tholen, Oosterhout, Belanda. Seperti ayah, kakek, dan kakek buyutnya yang betah menjadi pendeta Protestan, Snouck pun sedari kecil sudah diarahkan pada bidang teologi.

Tamat sekolah menengah, dia melanjutkan ke Universitas Leiden untuk mata kuliah Ilmu Teologi dan Sastra Arab, 1875. Lima tahun kemudian, dia tamat dengan predikat cum laude dengan disertasi Het Mekaansche Feest (Perayaan di Mekah). Tak cukup bangga dengan kemampuan bahasa Arab-nya, Snouck kemudian melanjutkan pendidiklan ke Mekah, 1884. Di Mekah, keramahannya membuat para ulama tak segan membimbingnya. Dan untuk kian merebut hati ulama Mekah, Snouck memeluk Islam dan berganti nama menjadi Abdul Ghaffar.

Snouck Hurgronje adalah sosok kontroversial khususnya bagi kaum Muslimin Indonesia, terutama kaum muslimin Aceh. Bagi penjajah Belanda, dia adalah pahlawan yang berhasil memetakan struktur perlawanan rakyat Aceh. Bagi kaum orientalis, dia sarjana yang berhasil. Tapi bagi rakyat Aceh, dia adalah pengkhianat tanpa tanding.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan peran Snouck sebagai orientalis ternyata hanya kedok untuk menyusup dalam kekuatan rakyat Aceh. Dia dinilai memanipulasi tugas keilmuan untuk kepentingan politik.

Seorang peneliti Belanda kontemporer Koningsveld, menjelaskan bahwa realitas budaya di negerinya membawa pengaruh besar terhadap kejiwaan dan sikap Snouck para perkembanagan selanjutnya.

Snouck berpendapat bahwa Al-Quran bukanlah wahyu dari Allah, melainkan adalah karya Muhammad yang mengandung ajaran agama. Pada saat itu, para ahli perbandingan agama dan ahli perbandingan sejarah sangat dipengaruhi oleh teori "Evolusi" Darwin. Hal ini membawa konsekuensi khusus dalam teori peradaban di kalangan cendikiawan Barat, bahwa peradaban Eropa dan Kristen adalah puncak peradaban dunia.

Sementara, Islam yang datang belakangan, menurut mereka, adalah upaya untuk memutus perkembangan peradaban ini. Bagi kalangan Nasrani, kenyataan ini dianggap hukuman atas dosa-dosa mereka. Ringkasnya, agama dan peradaban Eropa adalah lebih tinggi dan lebih baik dibanding agama dan peradaban Timur. Teori peradaban ini berpengaruh besar terhadap sikap dan pemikiran Snouck selanjutnya.

Pada tahun 1876, saat menjadi mahasiswa di Leiden, Snouck pernah mengatakan, "Adalah kewajiban kita untuk membantu penduduk negeri jajahan -maksudnya warga Muslim Indonesia- agar terbebas dari Islam". Sejak itu, sikap dan pandangan Snouck terhadap Islam tidak pernah berubah.

Snouck pernah mengajar di Institut Leiden dan Delf, yaitu lembaga yang memberikan pelatihan bagi warga Belanda sebelum ditugaskan di Indonesia. Saat itu, Snouck belum pernah datang ke Indonesia, namun ia mulai aktif dalam masalah-masalah penjajahan Belanda.

Pada saat yang sama perang Aceh mulai bergolak. Saat tinggal di Jedah, ia berkenalan dengan dua orang Indonesia yaitu Raden Abu Bakar Jayadiningrat dan Haji Hasan Musthafa. Dari keduanya Snouck belajar bahasa Melayu dan mulai bergaul dengan para haji jemaah Dari Indonesia untuk mendapatkan informasi yang ia butuhkan.

Pada saat itu pula, ia menyatakan ke-Islam-annya dan mengucapkan Syahadat di depan khalayak dengan memakai nama "Abdul Ghaffar."

Seorang Indonesia berkirim surat kepada Snouck yang isinya menyebutkan "Karena Anda telah menyatakan masuk Islam di hadapan orang banyak, dan ulama- ulama Mekah telah mengakui ke-Islaman Anda". Seluruh aktivitas Snouck selama di Saudi ini tercatat dalam dokumen-dokumen di Universitas Leiden, Belanda.

Snouck menetap di Mekah selama enam bulan dan disambut hangat oleh seorang 'Ulama besar Mekah, yaitu Waliyul Hijaz. Ia lalu kembali ke negaranya pada tahun 1885. Selama di Saudi Snouck memperoleh data-data penting dan strategis bagi kepentingan pemerintah penjajah. Informasi itu ia dapatkan dengan mudah karena tokoh-tokoh Indonesia yang ada di sana sudah menganggapnya sebagai saudara seagama.

Kesempatan ini digunakan oleh Snouck untuk memperkuat hubungan dengan tokoh-tokoh yang berasal dari Aceh yang menetap di negeri Hijaz saat itu. Snouck kemudian menawarkan diri pada pemerintah penjajah Belanda untuk ditugaskan di Aceh. Saat itu perang Aceh dan Belanda mulai berkecamuk. Snouck masih terus melakukan surat menyurat dengan 'Ulama asal Aceh di Mekah. Snouck tiba di Jakarta pada tahun 1889. Jendral Benaker Hourdec menyiapkan asisten-asisten untuk menjadi pembantunya. Seorang di antaranya adalah warga keturunan Arab Pekojan, yaitu Sayyid Utsman Yahya Ibn Aqil al Alawi. Ia adalah penasehat pemerintah Belanda dalam urusan Islam dan kaum Muslim atau asisten honorair.

Dalam buku ”Al-Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa”, Utsman bin Abdullah Al-’Alawi dikenal seorang pengabdi Pemerintah Kolonial Belanda yang amat setia. Untuk kesetiaannya yang luarbiasa itu, ia dianugerahi “Bintang Salib Singa Belanda” tanggal 5 Desember 1899 tanpa upacara resmi. Ia bahkan pernah mengarang khotbah jum’at yang mengandung do’a dalam bahasa Arab untuk kesejahteraan Ratu Belanda Wilhelmina. Khotbah dan do’a itu kemudian dikenal di kalangan umat Islam sebagai “Khotbah Penjilat ”….

Dalam upaya memadamkan pemberontakan Islam, Sayyid Utsman Al-’Alawi ini dikenal pula dengan fatwanya yang menyatakan bahwa jihad itu bukanlah perang melawan orang kafir, melainkan perang melawan nafsu-nafsu jahat yang bersarang pada diri pribadi setiap orang. Selain Al-’Alawi, Snouck juga dibantu sahabat lamanya ketika di Mekah, Haji Hasan Musthafa yang diberi posisi sebagai penasehat untuk wilayah Jawa Barat. Snouck sendiri memegang jabatan sebagai penasehat resmi pemerintah penjajah Belanda dalam bidang bahasa Timur dan Fiqh Islam. Jabatan ini masih dipegangnya hingga setelah kembali ke Belanda pada tahun 1906.



Pembersihan Aceh

Misi utama Snouck adalah "membersihkan" Aceh. Setelah melakukan studi mendalam tentang semua yang terkait dengan masyarakat ini, Snouck menulis laporan panjang yang berjudul kejahatan-kejahatan Aceh. Laporan ini kemudian jadi acuan dan dasar kebijakan politik dan militer Belanda dalam menghadapai masalah Aceh.

Pada bagian pertama, Snouck menjelaskan tentang kultur masyarakat Aceh, peran Islam, 'Ulama, dan peran tokoh pimpinannya. Ia menegaskan pada bagian ini, bahwa yang berada di belakang perang dahsyat Aceh dengan Belanda adalah para 'Ulama.

Sedangkan tokoh-tokoh formalnya bisa diajak damai dan dijadikan sekutu, karena mereka hanya memikirkan bisnisnya. Snouck menegaskan bahwa Islam harus dianggap sebagai faktor negatif, karena dialah yang menimbulkan semangat fanatisme agama di kalangan muslimin. Pada saat yang sarna, Islam membangkitkan rasa kebencian dan permusuhan rakyat Aceh terhadap Belanda. Jika dimungkinkan "pembersihan" 'Ulama dari tengah masyarakat, maka Islam takkan lagi punya kekuatan di Aceh. Setelah itu, para tokoh-tokoh adat bisa menguasai dengan mudah.

Bagian kedua laporan ini adalah usulan strategis soal militer. Snouck mengusulkan dilakukannya operasi militer di desa-desa di Aceh untuk melumpuhkan perlawanan rakyat yang menjadi sumber kekuatan 'Ulama. Bila ini berhasil, terbuka peluang untuk membangun kerjasama dengan pemimpin lokal. Perlu disebut di sini, bahwa Snouck didukung oleh jaringan intelijen mata-mata dari kalangan pribumi.

Cara yang ditempuh sama dengan yang dilakukannya di Saudi dulu, yaitu membangun hubungan dan melakukan kontak dengan warga setempat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Orang-orang yang membantunya berasumsi bahwa Snouck adalah seorang saudara semuslim. Dalam suatu korespondensinya dengan 'Ulama Jawa, Snouck menerima surat yang bertuliskan "Wahai Fadhilah Syekh AIlamah Maulana Abdul Ghaffar, sang mufti negeri Jawa. "

Lebih aneh lagi, Snouck menikah dengan putri seorang kepala daerah Ciamis, Jawa Barat pada tahun 1890. dari pernikahan ini ia peroleh empat anak: Salamah, 'Umar, Aminah dan Ibrahim. Akhir abad 19 ia menikah lagi dengan Siti Sadijah, putri khalifah Apo, seorang 'Ulama besar di Bandung. Anak dari pernikahan ini bernama Raden Yusuf.

Snouck juga melakukan surat menyurat dengan gurunya Theodor Nöldeke, seorang orientalis Jerman terkenal. Sekedar catatan, Nöldeke adalah orientalis dan pakar Kearaban dari Jerman. Tahun 1860 aia menerbitkan bukunya, Geschichte des Qurans (Sejarah al-Quran). Karyanya ini dikembangkan bersama Schwally, Bergsträsser, dan Otto Pretzl, dan ditulis selama 68 tahun sejak edisi pertama.

Sampai saat ini, Geschichte des Qorans menjadi karya standar bagi para orientalis khususnya dalam sejarah kritis penyusunan Al-Quran. Musthafa A’zhami, dalam bukunya, The History of The Qur’anic Text, mengutip satu artikel di Encyclopedia Britannica (1891), dimana Nöldeke menyebutkan banyaknya kekeliruan dalam Al-Quran karena, kata Nöldeke, “Kejahilan Muhammad” tentang sejarah awal agama Yahudi – kecerobohan nama-nama dan perincian yang lain yang ia curi dari sumber-sumber Yahudi.’’

Sebagaimana dikutip dalam bukunya, Musthafa A’zhami, The History of The Qur’anic Text, Nöldeke, telah menuduh Nabi Muhammad sebagai penulis Al-Quran dan orang jahil. Selanjutnya, dalam suratnya, Snouck menegaskan bahwa keIslaman dan semua tindakannya adalah permainan untuk menipu orang Indonesia demi mendapatkan informasi.

Ia menulis "Saya masuk Islam hanya pura-pura. Inilah satu-satulnya jalan agar saya bisa diterima masyarakat Indonesia yang fanatik. " Temuan lain Koningsveld dalam surat Snouck mengungkap bahwa ia meragukan adanya Tuhan. Ini terungkap dari surat yang ia tulis pada pendeta Protestan terkenal Herman Parfink yang berisi, 'Anda termasuk orang yang percaya pada Tuhan. Saya sendiri ragu pada segala sesuatu. "

Devide et impera

Yang jelas, selama tujuh bulan Snouck berada si Aceh, sejak 8 Juli 1891, baru pada 23 Mei 1892, ia mengajukan Atjeh Verslag, laporannya kepada pemerintah Belanda tentang pendahuluan budaya dan keagamaan, dalam lingkup nasehat strategi kemiliteran Snouck.

Sebagian besar Atjeh Verslag kemudian diterbitkan dalam De Atjeher dalam dua jilid yang terbit 1893 dan 1894. Dalam Atjeh Verslag-lah pertama disampaikan agar kotak kekuasaan di Aceh dipecah-pecah. Itu berlangsung lama, karena sampai 1898, Snouck masih saja berkutat pada perang kontra-gerilya.



Nasehat Snouck mematahkan perlawanan para ulama, karena awalnya Snouck sudah melemparkan isu bahwa yang berhak memimpin Aceh bukanlah uleebalang, tapi ulama yang dekat dengan rakyat kecil. Komponen paling menentukan sudah pecah, rakyat berdiri di belakang ulama, lalu Belanda mengerasi ulama dengan harapan rakyat yang sudah berposisi di sana menjadi takut. Untuk waktu yang singkat, metode yang dipakai berhasil. Snouck mendekati ulama untuk bisa memberi fatwa agama. Tapi fatwa-fatwa itu berdasarkan politik devide et impera.

Demi kepentingan keagamaan, ia berkotbah untuk menjauhkan agama dan politik. Selama di Aceh Snouck meneliti cara berpikir orang-orang secara langsung.

Dalam suratnya kepada Van der Maaten (29 Juni 1933), Snouck mengatakan bahwa ia bergaul dengan orang-orang Aceh yang menyingkir ke Penang. Van Heutsz adalah seorang petempur murni. Sebagai lambang morsose, keinginannya tentu menerapkan nasihat pertama Snouck; mematahkan perlawanan secara keras.

Tapi Van Heutsz ternyata harus melaksanakan nasihat lain dari Snouck, yang kemudian beranggapan pelumpuhan perlawanan dengan kekerasan akan melahirkan implikasi yang tambah sulit diredam. Akhirnya taktik militer Snouck memang diubah. Memang pada 1903, kesultanan Aceh takluk. Tapi persoalan Aceh tetap tak selesai. Sehingga Snouck terpaksa membalikkan metode, dengan mengusulkan agar di Aceh diterapkan kebijakan praktis yang dapat mendorong hilangnya rasa benci masyarakat Aceh karena tindakan penaklukkan secara bersenjata.

Inilah yang menyebabkan sejarah panjang ambivalensi dialami dalam menyelesaikan Aceh.

Sepionase?

Dr. P. Sj. Van Koningsveld, penulis Belanda yang gemar mengumpulkan tulisan-tulisannya bertalian kegiatan kontroversial Snouk mencatat beberapa perilaku Snouck Hurgronje. Kumpulan tulisan Van Koningsveld ini banyak mendapat pertentantangan dikalangan akademisi yang masih menjadi almamaternya di Leiden.

Dalam bukunya Snouck Hurgronje dan Islam (Girimukti Pasaka, Jakarta, 1989), Koningsveld menggambarkan kemungkinan Snouck masuk Islam oleh Qadi Jeddah dengan dua orang saksi setelah Snouck pindah tinggal bersama-sama dengan Aboebakar Djajadiningrat (1989: 95-107).

Van Koningsveld juga memberikan petunjuk-petunjuk yang memberikan kesan ketidaktulusan Snouck Hurgronje masuk Islam. Dia masuk Islam hanyalah untuk melancarkan tugasnya atau tujuannya yang hendak mengukuhkan kekuasaan Belanda di Indonesia, jadi bersifat politik–bukan ilmiah murni.

Veld berkomentar tentang aktivitas Snouck: "Ia berlindung di balik nama "penelitian Ilmiah" dalam melakukan aktifitas spionase, demi kepentingan penjajah".

Veld yang merupakan peneliti Belanda yang secara khusus mengkaji biografi Snouck menegaskan, bahwa dalam studinya terhadap masyarakat Aceh, Snouck menulis laporan ganda. Ia menuliskan dua buku tentang Aceh dengan satu judul, namun dengan isi yang bertolak belakang. Dari laporan ini, Snouck hidup di tengah masyarakat Aceh selama tiga puluh tiga bulan dan ia pura-pura masuk Islam.

Selain tugas memata-matai Aceh, Snouck juga terlibat sebagai peletak dasar segala kebijakan kolonial Belanda menyangkut kepentingan umat Islam. Atas sarannya, Belanda mencoba memikat ulama untuk tak menentang dengan melibatkan massa. Tak heran, setelah Aceh, Snouck pun memberi masukan bagaimana menguasai beberapa bagian Jawa dengan memanjakan ulama.

Dalam rentang waktu itu, ia menyaksikan budaya dan watak masyarakat Aceh sekaligus memantau perisriwa yang terjadi. Semua aktivitasnya tak lebih dari pekerjaan spionase dengan mengamati dan mencatat. Sebagai hasilnya ia menulis dua buku. Pertama berjudul "Aceh," memuat laporan ilmiah tentang karakteristik masyarakat Aceh dan buku ini diterbitkan. Tapi pada saat yang sama, ia juga menulis laporan untuk pemerintah Belanda berjudul "Kejahatan Aceh.” Buku ini memuat alasan-alasan memerangi rakyat Aceh.

Dua buku ini bertolak belakang dari sisi materi dan prinsipnya. Buku ini menggambarkan sikap Snouck yang sebenarnya. Di dalamnya Snouck mencela dan merendahkan masyarakat dan agama rakyat Aceh. Laporan ini bisa disebut hanya berisi cacian dan celaan sebagai provokasi penjajah untuk memerangi rakyat Aceh. [Ditulis Indra Yogi. Tulisan ini disadur dari tulisan Dr. Daud Rasyid, MA, ”Fenomena Sunnah di Indonesia, Potret Pergulatan Melawan Konspirasi” dan beberapa sumber lain/hidayatullah.com]



Sumber : http://swaramuslim.com

Readmore.....“Snouck Hurgronje”

10 Free and Easy Ways to Improve Your Alexa Ranking


Alexa, which is owned by Amazon.com, gives away a free toolbar that you can download and install in your browser. Alexa is then able to keep track of the sites you visit and compute the traffic ranking of those websites, with a rank of "1" being the assigned to the most visited site.
Web CEO - A Revolutionary Answer to Your SEO Concerns!

If you want a more technical definition, Alexa explains it like this:

"The traffic rank is based on three months of aggregated historical traffic data from millions of Alexa Toolbar users and data obtained from other, diverse traffic data sources, and is a combined measure of page views and users (reach). As a first step, Alexa computes the reach and number of page views for all sites on the Web on a daily basis. The main Alexa traffic rank is based on a value derived from these two quantities averaged over time (so that the rank of a site reflects both the number of users who visit that site as well as the number of pages on the site viewed by those users)."

http://www.alexa.com/site/help/traffic_learn_more

In April 2008 Alexa revised its methodology so as to "aggregate data from multiple sources to give you a better indication of website popularity among the entire population of Internet users".

http://awis.blogspot.com/2008_04_01_archive.html

How accurately this method reflects the actual surfing patterns of all Internet users is open to question. However, if you bear in mind that by the end of 2005 the toolbar had been downloaded well over 10 million times you will realize why many people still think that Alexa offers one of the best approximations that we have of website ranking, especially for the top 100,000 or so websites.

That is why Alexa remains an important measure of a website's status and is used as a quick way to assess the popularity of a website by advertisers looking for the maximum exposure for the their money. Websites with a higher Alexa ranking also tend to be trusted more than those with a low ranking, so it is in the interest of website owners to get their sites ranked as highly as possible with Alexa.
Reduce Operating Costs and Improve Performance - Test Your Network Speed!

Here are some quick and easy tips to help you do that without spending a single dollar!

1. Install the Alexa toolbar and set your website as your homepage.

2. Copy and paste an Alexa rank widget onto your website. You can get the widget code at http://www.alexa.com/site/site_stats/signup. As well as informing your visitors about your Alexa rank, it will also keep Alexa updated about the number of unique visitors surfing your site.

3. Create a customized version of the Alexa tool bar, Then place a link on your site to the download page and invite your visitors to download it. You will also earn Amazon commissions every time a user shops on Amazon via the toolbar link.

4. If you have a Wordpress blog there is a plug-in for Alexa Ranking (wp-Alexa-redirect-0.3plug-in) that you can use. Editor's Note: This plugin may no longer work.

5. Submit your site to web directories. Although a lot of directories charge a registration fee, you can still find many that are willing to líst your site free of charge or in exchange for a reciprocal link. A lot of the webmasters who browse web directories have the Alexa bar installed, so if they clíck your link it will help your Alexa traffic rank.

6. Become an active participant on Internet marketing and SEO forums. Again, a lot of those forum participants are already webmasters and a high percentage will use the Alexa toolbar when they surf. Place a link to your site in your signature and your rank will improve when any of those people clíck through.
Forget Expensive PPC Advertising - There is an Alternative!

7. A lot of Asian and Australian websites feature in the Alexa top 100,000 and you can bet that a lot of website owners will have the Alexa toolbar installed, so it makes sense to join social networking sites that are popular in those regions, such as:

* http://www.orkut.com - Orkut is owned by Google and is the second most visited site in India.

* http://hi5.com - Hi5 has an Alexa ranking of 17 at the time of writing this article.

8. Become an Alexa expert and post articles that discuss Alexa ranking and SEO tips. This will attract people to your site who may be interested in downloading your toolbar, or people who have already done so. Either way, it will be good for your Alexa ranking. You could even build a whole category of articles on your website devoted to this theme.

9. Set up a freebie page on your website and post a líst of useful tools to attract other website owners to your site. Include another link to your Alexa toolbar download page.

10. Get into the habit of using Stumbleupon and other bookmarking sites to spread the word whenever you post a new article on your website or blog. Set up a group of fellow website owners so that you can have run reciprocal stumbling campaigns for better results.

If you apply these ten quick and easy methods you will definitely see an improvement in your Alexa rank and you should also start to attract more traffíc to your site!

Author By Darrell Howell
http://www.blueridgemoney.info/

Readmore.....“10 Free and Easy Ways to Improve Your Alexa Ranking”

Monday, December 8, 2008

Gereja Amerika Ijinkan Umat Islam Shalat Isya dan Subuh


Sebuah gereja di Negara Bagian Wisconsin, Amerika Serikat timur laut, telah memperkenankan umat Islam melaksanakan shalat dua kali sehari.

"Kami merasa berterima kasih kepada gereja itu," kata Ajaz Qhavi, seorang tokoh Islam setempat.

Gereja Presbiterian di Kota Franklin, Wisconsin selatan, itu telah mengijinkan kaum Muslimin setempat melaksanakan shalat sebanyak lima hari dalam sepekan, tulis Journal Sentinel, seperti dilaporkan IINA.

Sebuah gereja di Negara Bagian Wisconsin, Amerika Serikat timur laut, telah memperkenankan umat Islam melaksanakan shalat dua kali sehari.

"Kami merasa berterima kasih kepada gereja itu," kata Ajaz Qhavi, seorang tokoh Islam setempat.

Gereja Presbiterian di Kota Franklin, Wisconsin selatan, itu telah mengijinkan kaum Muslimin setempat melaksanakan shalat sebanyak lima hari dalam sepekan, tulis Journal Sentinel, seperti dilaporkan IINA.

Sejak pekan lalu, kaum Muslimin berkumpul di ruangan Sekolah Minggu gereja itu untuk melaksanakan shalat Subuh dan Isya.

Pusat Islam Milwaukee membayar biaya sewa untuk menutup pengeluaran gereja. Langkah tersebut diambil sehubungan tak adanya mesjid terdekat di kawasan itu.

Para jemaah biasanya shalat di mana saja, seperti di rumah, di luar rumah, bandara, kata Isa Sadlon, Direktur Eksekutif Pusat Islam Milwaukee.

Namun demikian, banyak umat Islam lebih suka shalat berjamaah dan lima perjalanan per hari ke mesjid sangat membebani pengeluaran mereka, kata mereka.

Tempat shalat tersebut, kata Sadlon, memungkinkan mereka untuk memenuhi kewajiban mereka dan jaraknya dekat dengan rumah atau tempat kerja mereka.

Di Kota Franklin, kini terdapat sekitar 150 keluarga Muslim.

Sumber : AntaraNews

Readmore.....“Gereja Amerika Ijinkan Umat Islam Shalat Isya dan Subuh”

Friday, December 5, 2008

TEUNGKU FAKINAH

Menurut catatan pada Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Banda Aceh, adalah seorang pahlawan yang juga ulama puteri yang terkenal di Aceh. Ia lahir pada tahun 1856. Orang tuanya Teungku Datuk dan Cut Mah dari Kampung Lam Beunot (Lam Taleuk), Mukim Lam Krak VII, Sagi XXII Mukim, Aceh Besar. Sejak kecil, Teungku Fakinah diajarkan mengaji oleh kedua orang tuanya. Di samping itu, Teungku Fakinah juga diajarkan keterampilan seperti menjahit, membuat kerawang sutera dan kasab. Dari ketekunan dan kegigihannya belajar ilmu Agama Islam, maka setelah dewasa ia digelar Teungku Faki.

Pada usia 16 tahun, Teungku Faki menikah dengan Teungku Ahmad, yang setahun kemudian syahid bersama Panglima Besar Rama Setia dan Imam Lam Krak, dalam mempertahankan Pantai Cermin, Ulee Lheu, dari serangan Belanda. Setelah pernikahannya dengan Teungku Ahmad, Teungku Fakinah membuka sebuah pesantren yang dibiayai Teungku Asahan, yang tidak lain adalah mertuanya. Dalam bukunya "59 Tahun Aceh Merdeka", A. Hasjmi menyebutkan, pesantren tersebut bernama Dayah Lam Diran, yang akhirnya berkembang dan banyak dikunjungi pemuda-pemudi dari daerah lain di sekitar Aceh Besar, dan bahkan dari Cumbok, Pidie. Sejak menjadi janda diusianya yang masih remaja, Teungku Fakinah bersama para janda dan kaum wanita lain membentuk sebuah badan amal yang mendapat dukungan dari seluruh muslimat di Aceh Besar dan sekitarnya. Badan amal ini kemudian berkembang sampai ke Pidie, dengan kegiatannya meliputi pengumpulan sumbangan berupa beras maupun uang yang digunakan untuk membantu pejuang Aceh melawan Belanda. Atas mufakat masyarakat, Teungku Faki kemudian menikah dengan seorang alim ulama yakni Teungku Nyak Badai, bekas murid Tanoh Abee yang berasal dari Kampung Langa, Pidie.

Dalam perjalanan hidupnya, Teungku Fakinah pernah mengungsi ke Lammeulo, Cumbok, Pidie, akibat serangan Belanda. Di tempat ini, Teungku Fakinah mendirikan sebuah pesantren untuk wanita. Namun, sekitar Tahun 1899 tempat itu diserbu dan dibumihanguskan oleh Belanda. Teungku Fakinah berhasil meloloskan diri dan ikut bergerilya bersama suaminya. Pada tahun 1910, Panglima Polem atas nama masyarakat meminta Teungku Fakinah pulang ke kampung halamannya di Lam Krak untuk membantu pesantren di sana. Dalam perkembangan selanjutnya, setelah Teungku Fakinah wafat pada tahun 1938, masjid yang telah dibangun semasa hidupnya, masih difungsikan oleh masyarakat sebagai tempat ibadah.

Readmore.....“TEUNGKU FAKINAH”

Monday, December 1, 2008

DEEP BLUE THEME WORDPRESS untuk adsense dan iklan



DEEP BLUE yang merupakan rilis pertama tema/template wordpress gratis yang dirancang/di desain oleh Daily blog Tips ini sangat menarik dengan tampilan 3 kolom template dan sangat cocok untuk para blogger yang bermain di publisher adsense dan iklan.

Deep Blue adalah elegan tema yang sudah di kreasi oleh Nathan rice, dirancang khusus untuk menyertakan unit AdSense di bagian atas sidebar dengan ukuran 336 × 280 . Google mengkonfirmasi bahwa ini adalah format Adsense yang paling tepat dengan tata letak yang tepat untuk seorang blogger yang ingin menampilkan adsense maupun iklan di template ini tanpa mengurangi kenyamanan pengguna.



Tema juga telah dirancang untuk menampilkan versi 6 125 × 125 blok iklan pada sidebar kanan. Versi ini datang dengan "Iklan" di dalam folder "Gambar" folder. Anda hanya perlu menempatkan Anda ada spanduk dan memperbarui ad.php file dengan nama mereka. Di bawah ini Anda akan menemukan foto layar dengan 125 × 125 iklan.

Tema ini tersedia dalam tiga versi, dengan sidebar di sebelah kanan, dengan sidebar di sebelah kiri dan dengan 125 × 125 iklan blok. di bawah ini Anda akan menemukan 3 link download tergantung selera anda.

Nathan telah membuat banyak fitur yang berguna untuk tema ini, termasuk

1.Integrasi Adsense ( GOOGLE ADSENSE )yang mudah dengan ad.php file di mana Anda hanya perlu paste kode AdSense Anda dan akan ditampilkan pada sidebar secara otomatis
2.The meta tag dan judul yang telah dioptimalkan untuk mesin pencari ( SEARCH ENGINE)
3.integrasi FEEDBURNER yang mudah
4.CUSTOMIZABLE SIDEBAR yang sudah dilengkapi dengan cantik bagian "Popular Posts", dan secara otomatis menjadi dua sidebars di bawahnya.
5.TAB MENU yang sudah diperluas otomatis agar sesuai dengan ukuran ukuran link pada menu.
6.Pengarang comments ( COMMENT STYLING ) memiliki gaya yang berbeda.

Tema juga telah dirancang untuk menampilkan versi 6 125 × 125 blok iklan pada sidebar kanan. Versi ini datang dengan "Iklan" di dalam folder "Gambar" folder. Anda hanya perlu menempatkan Anda ada spanduk dan memperbarui ad.php file dengan nama mereka. Di bawah ini Anda akan menemukan foto layar dengan 125 × 125 iklan.

Tema ini tersedia dalam tiga versi, dengan sidebar di sebelah kanan, dengan sidebar di sebelah kiri dan dengan 125 × 125 iklan blok. di bawah ini Anda akan menemukan 3 link download tergantung selera anda.

Untuk menDOWNLOAD " Deep blue wordpress theme " klik dibawah ini :


See a Live Demo


Download Deep blue - Right sidebar

Download Deep blue - Left sidebar

Download Deep blue - right sidebar 125x125


Selamat mencoba, semoga bermamfaat.

Readmore.....“DEEP BLUE THEME WORDPRESS untuk adsense dan iklan”

Bergabung Yok...

My Blog List

Guestbook






  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008 Aceh Blogging

Back to TOP