Friday, September 12, 2008

TURKI : BUKA PUASA di Kiri, Minum Bir di Kanan

Inilah cerita tentang kota Istanbul, Turki, di bulan Ramadhan. Di sepanjang jalan kawasan Kodikoy Carsi, banyak sekali restoran dan cafe bernuansa perpaduan Eropa dan Asia.

Orang berlalu-lalang dengan macam ragam penampilan. Ada wanita cantik berpakaian seronok berjalan glendotan dengan lelaki berkaos oblong dan bercelana jeans belel. Ada yang anggun berjilbab beriringan dengan pria berjanggut berbaju gamis. Turis-turis asing juga hilir mudik di sana.

Menjelang adzan maghrib, inilah yang hanya terjadi di Turki: Muslim yang berbuka puasa harus berbaur dengan kelompok sekuler di restoran kawasan Kodikoy Carsi.

Restoran yang menyediakan iftar (hidangan buka puasa) juga menyajikan bir, anggur dan minuman keras lainnya. Yang buka puasa di meja kiri, yang minum bir di meja kanan.

"Inilah keunikan negeri kami," kata Erhan Takepe, warga Turki yang menjadi staf lokal KBRI Ankara.

Ini menarik karena di Turki, seperti dikemukakan wartawan Turkish Daily News Mustafa Akyol, iftar dan minuman keras mewakili dua hal yang berbeda 180 derajat, bahkan mendorong terjadinya konflik budaya.

Muslim Turki yang taat menganggap alkohol haram, bukan hanya meminumnya, tapi sekedar menggunakan minyak wangi beralkohol juga dijauhi.

Tapi, warga Turki lain yang sekuler, menganggap minum minuman keras, termasuk di bulan Ramadhan, adalah hal yang lumrah saja. Hanya sedikit yang berhenti minum-minum untuk menghormati warga yang puasa.

Dari 70 juta jiwa penduduk Turki, mayoritas beragama Islam, meskipun sebagian hanya "Islam KTP". Menurut Mustafa Akyol, sebanyak 60 persen dari total populasi Muslim Turki menjalankan puasa. Artinya, 40 persen lainnya bebas makan minum di bulan Ramadhan.

Yang berpuasa dan tidak berpuasa bisa jalan beriringan. Inilah hebatnya atau anehnya Turki. Kalau di Indonesia, orang makan minum di jalan waktu Ramadhan pasti sudah ditonjok, paling tidak ditegur.

"Di Turki, yang berpuasa dan yang tidak puasa, saling tidak peduli," kata Erhan yang sudah hampir 15 tahun bekerja di KBRI.


Tak ada pembatas

Necmi Oscan, pelayan restoran Kofte & Balikevi, mengatakan pihaknya selain menyajikan iftar bagi yang puasa, juga menjual minuman keras dari mulai bir, anggur, sampai vodka. Pengunjung restoran bisa duduk dimana saja mereka suka. Tidak ada pembatasan ruangan untuk yang Muslim dan yang sekuler.

"Di Turki tidak ada masalah. Yang puasa silahkan berbuka, sementara temannya menenggak bir. Mereka duduk di meja yang sama. Tidak peduli, semua senang. Ini Turki kawan, bukan Indonesia," kata Oscan.

Turki sampai saat ini masih sangat kuat memegang sekularisme. Terhitung, sejak ambruknya Khilafah Islamiyah Turki tahun 1924, negeri itu menjadi simbol sekulerisme dipelopori pendiri Turki sekuler, Mushtafa Kamal Ataturk.

Di negeri itu, masalah agama dipisahkan dari masalah kenegaraan dan kemasyarakatan. Agama menjadi wilayah pribadi sehingga tidak penting bagi negara dan pemerintah mengurusi pelaksanaan ibadah puasa atau haji.

Oleh karena itu di Istanbul, misalnya, tidak pernah ada aturan dari kantor walikota untuk menutup tempat hiburan atau melarang penjualan minuman keras selama Ramadhan.

Tidak pula ada kelompok massa yang merusak bar, pub, karaoke, panti pijat, atau diskotik.

Akan tetapi tidak ada pula yang meramaikan bulan suci secara berlebihan dengan spanduk-spanduk "Marhaban Ya Ramadhan", televisi-televisi yang hingar bingar dengan acara bernuansa Ramadhan atau orang-orang di kampung yang membangunkan sahur dengan menabuh beduk, kentongan atau tiang listrik.

Itulah suasana bulan ramadhan di Istanbul, Turki. Apa yang terjadi di kawasan Kadikoy Carsi mungkin bisa menunjukkan prototipe Turki sekarang ini. Seperti dikemukakan Adnan Oktar, cendikiawan Muslim yang di dunia lebih dikenal dengan nama pena Harun Yahya, Turki kini berada di persimpangan jalan.

Apakah negeri itu akan kembali meraih kejayaan Ottoman Empire di masa lalu atau melesat menjadi bangsa Barat yang bebas di masa depan.

"Islam kembali bangkit di Turki, dan negeri ini siap mendorong renaissance Muslim di Eropa," katanya.


Sangat khawatir

Bagi kaum sekularis, mereka makin banyak melihat wanita-wanita berjilbab di tempat umum. Mereka menjadi sangat khawatir Turki akan menjadi Iran atau Arab Saudi.

Sebaliknya, kaum Muslim konservatif, terus-menerus mengeluh adanya erosi moral dan nilai-nilai keluarga serta berkembangnya budaya hedonisme di masyarakat Turki.

Mustafa Akyol melihat Turki sekarang berada di tengah-tengah. Negeri itu belum seperti Teheran, bukan pula seperti Amsterdam. Turki kini menjadi, meminjam istilah kolumnis Haluk Sahim, sebuah "strangeland". Negeri yang unik dan aneh, negeri yang bukan ini dan bukan itu.

Yang jelas, Turki masa kini adalah sebuah negeri yang memiliki masyarakat heterogen dan penuh warna, yang mengalami kehidupan bersama (Islam, Nasrani, Yahudi) secara damai selama 500 tahun.

Kodikoy Carsi merupakan miniatur Turki dimana terdapat kehidupan damai antarwarga yang berbeda serta berlainan agama. Hanya di Kodikoy Carsi, santri dan abangan bisa berdampingan. Hanya di Kodikoy Carsi yang beriman dan pendosa, fundamentalis dan sekularis, bisa bersenda gurau.

Karena hanya di Kodikoy Carsi di masa Ramadhan ini, orang bisa buka puasa dengan khidmat tanpa terganggu dengan pendosa yang menenggak minuman keras. Iftar di kiri, bir di kanan, tidaklah menjadi masalah. Ini Turki, bung!

sumber : ANTARA NewS-11/09/08 18:33(Akhmad Kusaeni)

Related Posts by Categories



6 comments:

country music January 7, 2010 at 2:02 PM  

Great post! Keep it up....

Anonymous,  August 10, 2010 at 11:33 AM  

Valentin’s day is express approaching links of london across the earth will start stress out about it. Most men, however, delay awaiting the last jiffy to goods their Valentine’s links of london sale. This is because they’re whichever dreamy, languid or don’t have any thoughts to make the day unusual. links of london charms , Valentine’s day is a very painless incident to celebrate. Here are some tips to duck being the average Joe this year! The two most communal gifts on links of london sweetie bracelet day plants and chocolates. These are very common because ladies like chocolate and flora are an image of links of london charm bracelet . It is definitely recommended to give one or, both of these gifts to your female, however, why impede there? baby and flowers certainly the way you feel about your links of London rings. If yes, then maybe this is where you should rest. One of best other idea Links Of London .For example, they, however, give off unimaginable faculty.

Anonymous,  August 24, 2010 at 9:30 AM  

When UGG Classic Tall moment in Classic Tall Boots time Classic Tall uggs pertains find ugg 5815 expensive jewelry regarding UGG Cardy Mother you'll notice Cardy Boots engagement rings is among the actual
Classic Tall uggs ideal presents you can actually produce your mother. You Cardy Ugg boots can find explanation Cardy uggs why folks should display his or her's mother's ugg 5819 with gifts. A birthday and mom's birthday are usually a couple of the extremely UGG Classic Short

Anonymous,  September 18, 2010 at 9:33 AM  

The public image was ed hardy Clothing certainly different in each case. It was not clear in ed hardy sale any case if the difference was the result of dress codes, ed hardy personal preferences of employees or some other reason. Does it impact the productivity of ed hardy UK employees? Should an agency work to create a favorable image by requiring employees to ed hardy cheap dress in a particular way? I, myself, would not be so proud of working as a ed hardy Clothes bureaucrat for a colonial institution.The agenda of the book is to attack ed hardy store the notion of Aboriginal rights in favour of a notion of universal human rights. edhardy.com The book dismisses Aboriginal culture as “primitive” and outdated, and relies on the evolutionary anthropology christian audigier sale of a century ago. Its particular target is traditional knowledge — especially traditional ed hardy dresses ecological knowledge, which they argue does not exist except as forms of local knowledge that people from any culture can have. ed hardy Polos This book is based on intellectual dishonesty. The chapter on environmental management dismisses Harvey Feit and Fikret Berkes in a single paragraph, ed hardy sandals and implies that their work is based on a kind of “new age” spirituality. The authors can barely cite a living anthropologist who will agree with them, ed hardy Jackets so the anthropologists they cite favourably almost all come from before the 1950s, when the now totally discredited doctrine of social evolution still left traces of its pernicious influence.

Post a Comment

“sekadar meluah rasa, melepas hasrat, melerai ragu. Andai sepi coretan ini, kesepianlah yang sedang bersarang di jiwa.Andai riang coretan ini,kerianganlah yan sedang bertakhta dihati. Mengikut rentak hidupku,musafir dibumi Ilahi. Semoga rahmat-Nya sentiasa memayungi kita bersama”.

Bila artikel ini bermamfaat , tinggalkan komentar kawan

Bergabung Yok...

My Blog List

Guestbook






  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008 Aceh Blogging

Back to TOP