Tuesday, September 23, 2008

AHMAD SUDIRMAN...Sekilas dan latar belakang tentang Ahmad Sudirman

Bagi orang Aceh khususnya dan orang Indonesia umumnya yang belum mengetahui tentang siapa sebenarnya Ahmad sudirman, anda membisa membaca sebuah artike dibawah ini yang saya terima dari "Malik Mahmud" yang merupakan sebuah jawaban dari pertanyaan Lukman Daud, lukman_daud@gmail.com

Berikut pertanyaan dari saudara Lukman Daud, lukman_daud@gmail.com

"Hai saudara Ahmad Sudirman, anda selalu kalau bicara membawa2 agama ALLAH, jadi agar semua jelas mana munafik atau bukan tolong anda jawab pertanyaan kami: (1) Anda dari suku apa di Indonesianya? (2) Anda lahir dimana? (3) Dimana anda sekolah SD,SMP atau SMA sebelum ke mesirnya? (4). Kenapa anda harus pindah ke Swedia? (5) Apa kerja anda di Swedia? (6). Siapa Istri anda dan dari suku apa? (7). Katanya anda pernah jumpa tokoh2 aceh di swedia? apa emang peran anda untuk membantu rakyat aceh (8)Apa kaitan anda dengan GAM yang bermarkas di Swedia?" (Lukman Daud, lukman_daud@gmail.com , 24 Februari 2007)

Dan berikut jawabannya

Baiklah saudara Lukman Daud di Acheh.

Tentang keberadaan Ahmad Sudirman di Swedia adalah terang dan nyata serta jelas. Dimana Ahmad Sudirman dilahirkan di Tanjungpinang, Riau tanggal 21 November 1954. Ayah berasal dari Tasikmalaya dan Ibu berasal dari Garut. Menempuh S1 dalam bidang psikologi tahun 1978 dari Universitas Islam Bandung. Tanggal 16 Agustus 1979 meninggalkan Indonesia menuju Mesir. Tahun 1980 di Mesir masuk The American University in Cairo dalam bidang computer software dan meraih programmer.

Pada bulan Pebruari 1981 di Cairo, Mesir menulis tentang pancasila dan Daulah Islam Rasulullah yang diberi judul "Dibawah Belenggu Rezim Penguasa" yang ditulis untuk kalangan sendiri (tidak dipublikasikan), tetapi ternyata tulisan ini sampai juga ke tangan Soeharto di Jakarta.

Karena Soeharto waktu itu menganggap bahwa tulisan ini menentang Pemerintah yang sah, maka pada tanggal 4 April 1981 Kepala Sub Bidang Protokol & Konsuler Sekretaris Ketiga Noer Hassan Wirajuda (sekarang Menteri Luar Negeri) memanggil untuk bertemu dan meminta agar semua perkataan yang tertulis dalam tulisan tsb dicabut. Tetapi permintaan tersebut ditolak. Karena permintaan pencabutan isi tulisan ditolak, maka Paspor dicabut. Kemudian pada tanggal 24 April 1981 dan tanggal 13 Mei 1981 diminta keterangan oleh Duta Besar Ferdy Salim dan Konsuler Noer Hassan Wirajuda. Melalui surat panggilan bernomor B/480/IV/81/DB tertanggal 30 April 1981 menyimpulkan bahwa tulisan "Dibawah Belenggu Rezim Penguasa" dianggap sebagai suatu pelanggaran hukum karena berisikan penghinaan dan fitnah terhadap Pemerintah RI dan diputuskan untuk dipulangkan selekasnya. Kemudian Kuasa Usaha a.i. Zainuddin Saat mengeluarkan surat bernomor B/508/V/81/D tertanggal 16 Mei 1981 memutuskan untuk memulangkan pada tanggal 18 Mei 1981 jam 18.20 memakai pesawat JAL 468. Usaha pemulangan tersebut ditolak. Karena usaha pemulangan tersebut diabaikan, maka pihak Penguasa di Jakarta lewat wakilnya yang ada di Cairo meminta pihak imigrasi Mesir melalui Kementrian Luar Negeri Mesir untuk menangkap dan memulangkan. Tetapi, pihak imigrasi Mesir justru membebaskan dan mempersilahkan untuk pergi kemana yang disukai. Pihak tokoh-tokoh Islam dan pergerakan kaum Muslimin serta Bagian perlindungan politik, UNHCR di Mesir memberikan bantuan. Akhirnya pemerintah Kerajaan Swedia memberikan perlindungan politik melalui UNHCR di Mesir. Pada tanggal 29 juli 1981 meninggalkan Mesir menuju Swedia. Dengan diterimanya tawaran dari pemerintah Kerajaan Swedia, maka pada tanggal 8 September 1981 pemerintah RI mencabut semua hak dan warganegara Indonesia Ahmad Sudirman dan dilarang masuk wilayah Negara Republik Indonesia sejak itu.

Kemudian di Swedia menempuh pendidikan bahasa swedia di universitas Stockholm dari bulan Agustus 1982 sampai Juni 1983 dan menempuh pendidikan dalam bidang mechanical engineering dari tanggal 2 Agustus 1983 sampai 4 Mei 1984 dan meraih mechanical engineer.

Dari Mei 1984 sampai November 1986 bekerja sebagai mechanical engineer di Sunbybergs Mechanical engineering company. Kemudian dari bulan November 1986 sampai Oktober 1987 bekerja di Ericsson Radio System.

Pada tanggal 11 Juni 1986 diterima sebagai warganegara Swedia.

Dari bulan Oktober 1987 sampai November 1988 kembali bekerja di Sunbybergs Mechanical engineering company.

Dari bulan Desember 1988 sampai Oktober 1989 bekerja di Radiosystem Sweden.

Di Swedia disamping bekerja juga aktif dalam bidang pendidikan Islam.

Dari sejak bulan oktober 1989 sampai Agustus 1995 dipercaya oleh IBM Sweden kurang lebih enam tahun tahun untuk menjadi software applications developer and system developer.

Kemudian dari bulan Agustus 1995 sampai Agustus 1999 bekerja di Modular Ink Technology (MIT). Dan dari bulan September 1999 sampai Juni 2004 bekerja di XaarJet sebagai system developer and database (DB2) applications developer.

Dari tahun 2005 sampai 2006 menempuh pendidikan dibidang spesialisasi mengenai industri dan mendapat Philosophy candidate dan master of science degree dari Stockholm Institute of Education. Sekarang sedang berusaha menempuh program untuk mendapatkan philosophy degree dalam bidang industri.

Adapun istri berasal dari Mandailing bermarga Nasution Sumatera.

Sejak tahun 1981 bertemu dan berjumpa dengan para tokoh GAM di Swedia. Ahmad Sudirman pendukung dan penyokong penuh perjuangan GAM dibawah Pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad/
ahmad@dataphone.se

Mengenai kebenaran data dan artikel ini Wallahu,alam, dan kalau anda ingin membaca opini-opini atau artikel-artikel yang di tulis oleh Ahmad Sudirman anda bisa berkunjung ke http://www.dataphone.se/~ahmad/

Berikut beberapa artikel dari Ahmad Sudirman

Indonesia tanah airku
Kepincangan fungsi pemerintah bukan penyebab timbul perjuangan rakyat Aceh
Semangat untuk mendalami sejarah Aceh adalah salah satu modal utama untuk memperjuangkan Aceh

Related Posts by Categories



0 comments:

Post a Comment

“sekadar meluah rasa, melepas hasrat, melerai ragu. Andai sepi coretan ini, kesepianlah yang sedang bersarang di jiwa.Andai riang coretan ini,kerianganlah yan sedang bertakhta dihati. Mengikut rentak hidupku,musafir dibumi Ilahi. Semoga rahmat-Nya sentiasa memayungi kita bersama”.

Bila artikel ini bermamfaat , tinggalkan komentar kawan

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008 Aceh Blogging

Back to TOP